Konten dari Pengguna

Usaha Kuliner di Tengah Pandemi, Kenapa Tidak?

Elsa Triwidia

Elsa Triwidia

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elsa Triwidia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah kamu? Di tengah pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya pemotongan gaji dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini, kita dituntut untuk bisa tetap menstabilkan keuangan rumah tangga sendiri. Caranya efektifnya tentu dengan membuka ladang uang kita sendiri. Membuka ladang uang yang dimaksud adalah membuka usaha milik sendiri yang nantinya keuntungannya akan untuk diri kita sendiri atau yang biasa disebut berwiraswasta.

Berwiraswasta ialah kegiatan yang dilakukan oleh wiraswasta agar mendapat keuntungan. Namun, di saat pandemi COVID-19 seperti ini banyak usaha-usaha yang akhirnya mendapatkan banyak kerugian bahkan sampai gulung tikar. Penyebabnya adalah berkurangnya tingkat konsumtif masyarakat yang berkaitan dengan berkurangnya pendapatan dari pekerjaan mereka. Tetapi, sebagai wiraswasta kita dituntut untuk berinovasi dan berfikir kreatif bukan hanya di saat perekonomian naik, tetapi juga saat perekonomian turun. Salah satu inovasi yang menjanjikan adalah usaha kuliner.

Kuliner dianggap sebagai bisnis yang cukup stabil di masa pandemi. Memang benar tingkat konsumtif masyarakat menurun karena harus menerapkan pola hidup hemat. Namun, jika hanya sekadar camilan pengganjal perut, mereka tetap tertarik untuk membeli. Karena saat pandemi berlangsung, diterapkan sistem PSBB dan sistem lain agar masyarakat tetap berada di dalam rumah saat menjalankan aktivitas.

Terlalu lama di dalam rumah akan menyebabkan perasaan kita menjadi bosan. Bosan inilah yang akan menjadikan kita merasa lapar. Saat bosan, kinerja hormon yang memicu perasaan bahagia mulai menurun, kemudian otak mencari cara agar hormon ini tetap bekerja. Salah satu caranya adalah dengan makanan. Maka dari itu, makanan sangat dicari di saat pandemi ini.

Ilustrasi berbisnis kuliner di tengah pandemi Foto: Dok.Shutterstock

Meski terlihat sangat menjanjikan, usaha kuliner juga memiliki beberapa hal yang tetap harus diwaspadai, apalagi di saat pandemi seperti ini. Wiraswasta harus benar-benar dapat meyakinkan konsumen bahwa produk yang dijual dibuat dengan bersih dan higienis. Bukan hanya dalam pembuatan, tetapi juga dalam hal pemilihan bahan yang dipakai, pengemasan, serta pengiriman produk.

Belakangan ini, masyarakat sangat berhati-hati dengan setiap pembelian yang dilakukan karena harus mengutamakan kebersihan. Hal ini benar-benar harus diperhatikan bagi wiraswasta karena bila terjadi satu kesalahan, maka usaha tersebut akan hancur. Wiraswasta juga harus pintar memilih patner untuk bekerja terutama pemasok bahan baku, pekerja, dan mitra untuk pengiriman agar hal-hal yang diwaspadai di atas tidak akan mengenai bisnis mereka.

Peluang usaha kuliner ini sangat menjanjikan dan kemungkinan besar akan memberikan laba yang sangat besar. Namun, hal-hal yang mengancam tetap akan menghantui setiap usaha. Maka dari itu, setiap usaha harus melakukan dengan sepenuh hati dan dengan perhatian penuh dalam memberikan layanan kepada pelanggan.