Konten dari Pengguna

Edukasi Kesehatan Masyarakat Kaliasri, Mahasiswa FBD 61 UB Gunakan Media Kreatif

ELVADA PUTRI AWALIAH

ELVADA PUTRI AWALIAH

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ELVADA PUTRI AWALIAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama Bidan Desa Kaliasri
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama Bidan Desa Kaliasri

Malang, 01 Agustus 2025 — Dalam program FISIP Bakti Desa bertema KOMPAK (Kolaborasi Mahasiswa untuk Kontribusi Berdampak), Kelompok 61 Universitas Brawijaya (UB) di Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang menjadikan media visual sebagai ujung tombak edukasi kesehatan masyarakat. Lewat dua karya utama, yaitu infografis imunisasi dan leaflet edukasi TBC dengan menghadirkan pendekatan komunikatif yang sederhana namun berdampak.

Pembagian Infografis "Aku Nggak Takut Imunisasi"
zoom-in-whitePerbesar
Pembagian Infografis "Aku Nggak Takut Imunisasi"

Program pertama dilaksanakan pada 15 Juli 2025 bertajuk “Aku Nggak Takut Imunisasi” di Polindes (Pondok Bersalin Desa) Kaliasri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa membagikan infografis informatif mengenai manfaat imunisasi terhadap kekebalan tubuh. Dirancang dengan gaya visual yang menarik, infografis ini ditujukan agar mudah dipahami oleh ibu-ibu dengan batita, terutama yang masih merasa ragu terhadap imunisasi.

Penyuluhan Penyakit TBC

Tak berhenti di situ, edukasi berlanjut pada 24 Juli 2025 dalam kegiatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) dan penyuluhan kesehatan di Balai Desa. Mahasiswa kembali membagikan karya edukatif berupa leaflet bertajuk “Kenali TBC: Agar Cegah Lebih Awal.” Leaflet ini berisi informasi penting seputar pengertian Tuberkulosis (TBC), gejala yang harus diwaspadai, serta cara-cara pencegahan melalui pola hidup sehat.

Karya ini menjadi sarana penyuluhan yang efektif, karena memudahkan masyarakat untuk mengenali TBC dan mengetahui langkah konkret untuk mencegah penularannya. Leaflet tersebut disusun secara ringkas dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna oleh berbagai kalangan, terutama lansia.

Kedua kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa FBD KOMPAK dalam menyebarkan literasi kesehatan dengan media yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Infografis dan leaflet menjadi karya berkelanjutan yang dapat dibaca ulang di rumah, ditempel, atau dibagikan kembali secara mandiri.