Konten dari Pengguna

Disabilitas: Yang Muda Yang Progresif, untuk Indonesia Inklusif

Elva Susanti E

Elva Susanti E

Blogger Buzzer Influencer

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elva Susanti E tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

untuk Indonesia Inklusif
zoom-in-whitePerbesar
untuk Indonesia Inklusif

Dulu, semasa SMA ada teman sekelas yang maaf (Disabilitas fisik, jalan menggunakan alat bantu dan bibirnya sumbing), namun Saya sungkan untuk bertanya apa penyebabnya, khawatir ia tersinggung dan membuat rasa percaya dirinya berkurang, karena di lokal (ruang kelas) kami saat itu hanya dia yang keadaan fisiknya kurang beruntung.

Yang membuat Saya salut, dia memiliki rasa percaya diri, tak segan untuk bertanya jika ada pelajaran yang belum dimengerti, dan selalu ingin mencoba menjawab apabila ada pertanyaan guru saat pelajaran berlangsung.

Saya teringat hal itu ketika beberapa hari lalu (tanggal 24 Agustus 2021) bersama teman Komunitas Sahabat Blogger (KSB) berkesempatan mengikuti live streaming bersama KBR RI dan NLR Indonesia via channel youtube Berita KBR jam 09.00-10.00 WIB. Dengan menghadirkan dua orang narasumber, diantaranya:

  • 1. Widya Prasetyanti - Program Development & Quality Manager, NLR Indonesia

  • 2. Agustina Ciptarahayu - Founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia

Apa Itu Inklusif?

For Your Information! Inklusif itu berasal dari kata “inclusion” yang artinya adalah mengajak masuk atau mengikutsertakan. Jadi, dengan kata lain, untuk Indonesia inklusif berarti untuk Indonesia yang mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan perbedaan (baik itu itu keberagaman budaya, gender, suku bangsa, strata ekonomi serta termasuk juga di dalamnya perbedaan kemampuan fisik/ mental yang selanjutnya disebut dengan disabilitas) serta mengakomodasinya ke dalam berbagai tatanan maupun infrastruktur yang ada di masyarakat.

Jadi, pada intinya kita berada dalam lingkungan yang inklusif dan sudah seharusnya kita mempunyai “sikap” yang inklusif, karena lingkungan inklusif merupakan lingkungan sosial masyarakat yang ramah, terbuka, meniadakan hambatan, menyenangkan, dan tanpa terkecuali saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Peran Kita Dalam Menciptakan Masyarakat Yang Inklusif

Perlu diketahui, sebanyak 21.84 juta atau 8,26 persen penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas, yang pada kenyataannya penyandang disabilitas - termasuk Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) sebagai bagian dari kelompok disabilitas - ternyata masih menghadapi kesulitan dalam upaya pemenuhan hak mereka, dikarenakan stigma dan hambatan dalam mengakses layanan umum dan layanan dasar. Padahal, secara explisit sudah diakomodir dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 mengenai Penyandang Disabilitas. Dimana dalam Undang-Undang tersebut telah mengakomodir semua keperluan Penyandang Disabilitas, mulai dari pelayanan, pemenuhan dan hak penyandang disabilitas, dan hak penyandang disabilitas tidak hanya pendidikan, pekerjaan, aksesibilitas dan kesejahteraan sosial, akan tetapi seluruh hak yang menyangkut hajat hidup manusia secara universal.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, kelompok orang muda usia antara 18-24 tahun dengan disabilitas merupakan populasi disabilitas terbesar ketiga setelah kelompok usia lansia dan dewasa akhir, padahal mereka dapat dipandang sebagai peluang dalam mewujudkan Indonesia yang Inklusif, serta tidak sedikit inovasi dan perubahan telah digagas oleh orang muda dengan disabilitas dan OYPMK.

Widya Prasetyanti, program Development & Quality Manager, NLR Indonesia

"NLR Indonesia memprioritaskan beberapa program untuk kelompok muda, diantaranya hak ketenagakerjaan yang inklusif dalam hal ketenagakerjaan formal maupun kewirausahaan dan masih banyak lainnya melalui pendampingan." Imbuh Bu Widya Prasetyanti, Selaku program Development & Quality Manager, NLR Indonesia.

Dengan beragam kegiatan dan program yang dilakukan NLR Indonesia dalam hal memprioritaskan program-programnya untuk penyandang disabilitas dan OYPMK sudah selayaknya kita ikut mendukung, baik dengan materil maupun moril serta menyebarkan informasi baik ini kepada penyandang disabilitas dan OYPMK yang belum terjangkau oleh program tersebut.

Agustina Ciptarahayu, Founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia

"Dunia usaha saat sekarang sudah berubah dibanding dulu, karena persaingan yang begitu ketat memaksa kami untuk terus bisa menghasilkan inovasi-inovasi. Yang pada akhirnya kami membutuhkan personel yang sangat spesifik dan lengkap, namun kami mencari best on karyanya (skill) bukan berdasarkan keterbatasan mobilitasnya maupun keterbatasan fisik." Ujar Bu Agustina Ciptarahayu atau lebih dikenal dengan nama Tina, selaku Founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia yang saat ini bidang usahanya concern bergerak dibidang kesehatan juga kecantikan.

Dari apa yang disampaikan beliau, semoga dapat menggerakkan hati kita untuk ikut serta mendukung dalam hal pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas dan OYPMK, dan tidak mengucilkan mereka, karena dibalik keterbatasan pasti ada kelebihan yang orang lain belum tahu. Sehingga, para penyandang disabilitas dan OYPMK juga dapat hidup layak di tengah masyarakat.

Nah, semoga apa yang Saya ulas ini bermanfaat bagi pembaca semuanya.