Ada Dua Tahap, Waktu Groundbreaking Giant Sea Wall Tunggu Keputusan BOPPJ

Menteri Koordinator bidang IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan kelanjutan dari proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa Pantura. Nantinya, waktu pelaksanaan groundbreaking dari proyek tersebut akan ditentukan oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).
Meski demikian, AHY tidak menjelaskan detail waktunya. Namun, ia menjelaskan groundbreaking akan dibagi menjadi dua tahap.
“Nah, ini masih terus dimatangkan, walaupun ada rencana yang dinamakan groundbreaking program. Baru setelah itu, berikutnya baru groundbreaking fisik. Nah, ini juga kami akan terus mengawalnya terlebih dahulu. Nanti bisa di-update berikutnya oleh BOPPJ untuk timeline berikutnya,” kata AHY ditemui di Aula BRIN, Jakarta Pusat pada Senin (14/9) usai Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu.
Saat ini, AHY menjelaskan bahwa Kemenko IPK terus melakukan koordiansi dengan BOPPJ. Terkait progres, saat ini GSW sedang ada dalam proses pematangan masterplan.
“Saya sendiri memberikan masukan-masukan, sejumlah direktif yang bisa dijabarkan. Yang jelas saat ini, kita terus mematangkan masterplan-nya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa wilayah yang paling rentan dan akan menjadi fokus. Pertama adalah Teluk Jakarta di mana nantinya pemerintah pusat juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta. Selain itu, beberapa titik lain seperti Semarang, Kendal dan Demak juga dipandang AHY sebagai daerah yang paling rentah selanjutnya.
Setelah fokus pembangunan GSW di beberapa daerah rentan itu dilakukan, AHY menjelaskan barulah pembangunan beberapa segmen lain akan mulai dibagi.
“Baru sisanya kita membagi dalam segmen-segmen. Segmen 1 sampai dengan sekian belas,” kata AHY.
Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa nantinya GSW juga akan disertai langkah-langkah lain seperti normalisasi sungai dan pengurangan eksploitasi air tanah.
