Kumparan Logo

APBN Juni 2026 Defisit Rp 196,5 T atau 0,76 Persen terhadap PDB

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konferensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konferensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan APBN hingga Juni 2026 defisit senilai Rp 196,5 triliun. Realisasi itu setara dengan 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit dapat terjadi jika pendapatan negara lebih kecil dibanding jumlah pengeluaran atau belanja negara.

Tercatat, pendapatan negara sampai Juni 2026 mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen yoy.

“Defisit APBN sampai Juni tercatat sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB," ungkapnya saat konferensi pers APBN KiTA di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Selasa (21/7).

Keseimbangan primer tercatat surplus Rp 85,1 triliun atau tumbuh 61 persen yoy.

instagram embed