Bahlil Lapor Prabowo Harga Rata-rata Minyak RI (ICP) Tembus USD 106 per Barel

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kondisi harga rata-rata acuan minyak Indonesia (ICP) Indonesian Crude Price (ICP) terbaru. Kepada Presiden Prabowo, ia melaporkan ICP sudah menembus level USD 106 per barel karena konflik geopolitik yang membuat pasokan global tidak menentu.
Dan hari ini ICP sudah tembus di angka USD 100 per barel, di angka USD 106 sampai USD 105 per barel,” kata Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Selasa (20/10).
Meski demikian, rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan Oktober masih ada pada kisaran angka USD 91 sampai USS 92 per barrel. Sementara untuk cadangan BBM saat ini ada pada level yang beragam tergantung jenis.
Untuk Pertalite, Bahlil menyebut cadangannya ada pada level 16 sampai 20 hari. Smeentara untuk BBM lainnya, stoknya berada di atas itu.
“Nah terkait dengan itu maka untuk di sektor BBM saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita rata-rata minus Pertalite yang RON 90. RON 90 sekarang di angka 16 sampai 20 hari, kemudian selebihnya untuk bentuk BBM yang lain itu rata-rata di atas 20 hari,” ujarnya.
Selain itu, cadangan solar menurut Bahlil juga ada pada level yang aman yakni berada di atas 20 hari.
Sebelumnya, Bahlil sudah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun, berbeda dengan BBM nonsubsidi yang bergerak sesuai harga minyak mentah global.
Bahlil menegaskan kendati harga minyak mentah global kembali melesat, harga BBM subsidi tidak akan ikut terkerek. Saat ini, harga BBM Pertalite sebesar Rp 10.000 per liter, dan Bio Solar Rp 6.800 per liter.
