Bahlil Ungkap Alasan Harga BBM Belum Turun Meski Minyak Dunia Mulai Melemah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri yang tidak serta-merta turun di tengah harga minyak mentah dunia melandai. Kata Bahlil, terdapat jeda waktu yang dibutuhkan dalam mekanisme penyesuaian harga di dalam negeri.
“Saya di WA ‘Pak, BBM udah turun, Kenapa harga belum turun?’ Saya bilang ampun, ampun. BBM itu kalau dia turun hari ini, kan dua minggu baru dapat penyesuaian harganya. Kalau dia naik hari ini belum tentu naik hari ini juga,” jelas Bahlil dalam acara Rakernas III HIPPI Tahun 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (12/10).
Menurut Bahlil, pergerakan harga BBM di Indonesia tidak bisa merespons fluktuasi pasar global secara instan. Oleh karena itu, penurunan harga minyak global tidak bisa langsung dirasakan pada harga jual eceran di SPBU dalam waktu seketika. “Dua minggu berlaku penyesuaian,” ujar Bahlil.
Selain itu, Bahlil juga mengatakan pemerintah berupaya menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak naik hingga akhir Desember 2026. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kerja keras, tetapi pemerintah berkomitmen melakukan yang terbaik bagi masyarakat.
“BBM subsidi sampai dengan 30 Desember, bagaimana caranya kita jagain untuk tidak naik. Dan saya janji BBM untuk subsidi tidak akan naik sampai Desember,” ucap Bahlil.
Sementara itu, Bahlil menegaskan BBM nonsubsidi yang digunakan masyarakat mampu mengikuti mekanisme harga pasar. “Masa kantong bagus mau pakai barang subsidi? Sorry ye,” tutur Bahlil.
