Kumparan Logo

Bandara Riyadh Diserang Houthi, Ini Deretan Bandara Utama di Arab Saudi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menghentikan sementara operasionalnya pada Sabtu (10/10) setelah serangan yang diduga diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman. Insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya infrastruktur penerbangan Arab Saudi, yang menjadi pintu masuk wisatawan internasional, pelaku bisnis, serta jutaan jemaah haji dan umrah.

Bandara Internasional King Khalid merupakan salah satu akses utama menuju ibu kota Arab Saudi. Bandara ini melayani perjalanan wisatawan, pelaku bisnis, serta masyarakat yang hendak menuju pusat pemerintahan dan kawasan ekonomi Riyadh.

Sepanjang 2025, bandara ini melayani sekitar 40,8 juta penumpang. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas domestik dan internasional Arab Saudi.

Selain Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi memiliki sejumlah bandara utama yang melayani kota-kota besar dan mendukung aktivitas ekonomi. Bandara-bandara tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jeddah di pesisir Laut Merah hingga Dammam di kawasan timur negara tersebut.

Deretan Bandara Utama Arab Saudi

1. Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah

Bandara Internasional King Abdulaziz terletak di Jeddah dan menjadi salah satu pintu masuk utama bagi jemaah haji dan umrah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional dari berbagai negara. Terminal hajinya juga mendukung penanganan kedatangan jemaah dalam jumlah besar, terutama selama musim haji.

Sepanjang 2025, bandara ini melayani sekitar 53,5 juta penumpang, menjadikannya salah satu bandara tersibuk di Arab Saudi.

Bandara Internasional King Abdulaziz atau Bandara Jeddah. Foto: twitter/KAIAirport

2. Bandara Internasional King Fahd, Dammam

Bandara Internasional King Fahd berada di Dammam, wilayah timur Arab Saudi. Bandara ini mendukung mobilitas masyarakat dan pelaku bisnis di kawasan yang memiliki peran besar dalam industri energi negara tersebut.

Pada 2025, bandara ini melayani sekitar 13,7 juta penumpang. Keberadaannya juga mendukung konektivitas menuju kawasan industri dan pusat kegiatan ekonomi di wilayah timur Arab Saudi.

Bandara King Fahd International Airport Foto: Shutter Stock

3. Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah

Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz melayani Kota Madinah, salah satu kota suci umat Islam. Bandara ini menjadi akses penting bagi jemaah yang ingin mengunjungi Masjid Nabawi maupun melanjutkan perjalanan ibadah ke Makkah.

Selain perjalanan religi, bandara ini melayani wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke Madinah serta memperkuat konektivitas kota tersebut dengan berbagai tujuan domestik dan internasional.

Terminal haji di Bandara Madinah Foto: Instagram/@madinahairport

4. Bandara Ta’if, Ta’if

Bandara Ta’if melayani Kota Ta’if yang terletak di wilayah pegunungan Arab Saudi. Kota ini dikenal memiliki udara relatif lebih sejuk dibandingkan sejumlah wilayah lain di negara tersebut.

Bandara ini mendukung perjalanan menuju Ta’if, termasuk bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi di luar kota-kota besar Arab Saudi.

5. Bandara King Salman, Proyek Raksasa Arab Saudi

Selain mengembangkan bandara yang sudah beroperasi, Arab Saudi juga menyiapkan Bandara Internasional King Salman di Riyadh. Proyek yang diumumkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada 2022 ini merupakan bagian dari strategi memperkuat posisi Riyadh sebagai pusat penerbangan, perdagangan, dan logistik global.

Bandara tersebut dirancang membentang sekitar 57 kilometer persegi dengan enam landasan pacu paralel. Kawasannya akan mencakup terminal yang sudah ada, fasilitas pendukung, area logistik, serta fasilitas hunian dan rekreasi.

Bandara King Salman ditargetkan mampu melayani hingga 120 juta penumpang per tahun pada 2030, kemudian meningkat menjadi 185 juta penumpang pada 2050. Proyek ini juga dirancang menangani hingga 3,5 juta ton kargo per tahun pada 2050.

Meski demikian, Bandara King Salman masih merupakan proyek pengembangan. Penerbangan di Riyadh saat ini dilayani oleh Bandara Internasional King Khalid. Pengembangan King Salman diharapkan memperbesar kapasitas penerbangan sekaligus mendukung ambisi Arab Saudi menjadi pusat transportasi dan logistik global.