Kumparan Logo

Beras Premium Langka di Ritel, Amran Perintahkan Bulog Tambah Stok 300 Ribu Ton

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman ungkap 25 merek beras fortifikasi bermasalah yang tidak sesuai standar SNI, ditarik dari peredaran, dicabut izinnya, dan diproses hukum di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Dok. Kementan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman ungkap 25 merek beras fortifikasi bermasalah yang tidak sesuai standar SNI, ditarik dari peredaran, dicabut izinnya, dan diproses hukum di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Dok. Kementan

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memerintahkan Perum Bulog menambah pasokan beras ke ritel modern. Jumlah pasokan yang ditambah mencapai 300 ribu ton.

Langkah tersebut merupakan cara Amran menanggapi adanya kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern.

“Sudahlah kalau 200 (ribu ton) 300 ribu (ton), berasnya banyak. Ya you aja sampaikan bahwa diperintahkan tulis judulnya, Kepala Bapanas memerintahkan Bulog 300 ribu (ton) bila perlu kali tiga,” kata Amran di kediamannya di Kalibata, Jakarta pada Senin (21/9).

Amran menegaskan, kondisi yang terjadi bukan kelangkaan beras secara umum. Hal ini karena kekosongan beras premium hanya terjadi di ritel modern.

Sementara terkait ketersediaan beras secara keseluruhan, Amran menjelaskan jumlahnya masih mencukupi.

“Iya. Bukan kelangkaan. Enggak ada fortifikasi, premium. Terus kalau tidak ada premium, yang nakal-nakal dulu tuh. Padahal berasnya sama,” jelasnya.

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman ungkap 25 merek beras fortifikasi bermasalah yang tidak sesuai standar SNI, ditarik dari peredaran, dicabut izinnya, dan diproses hukum di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Dok. Kementan

Sebelumnya Perum Bulog juga sudah bekerja sama dengan ritel modern untuk menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 110 ribu ton. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan di pasaran.

Adapun beberapa perusahaan ritel modern tersebut adalah PT Indomarco Prismatama, PT Megah Daya Inti, PT Inti Cakrawala Citra, PT Sumber Alfaria Trijaya, PT Lion Super Indo, PT Swalayan Sukses Abadi, PT Matahari Putra Prima, PT Tip Top Supermarket, PT Midi Utama Indonesia dan PT Hero Retail Nusantara.

Dari sebanyak 110 ribu ton tersebut, sebanyak 75.000 ton merupakan beras premium yang akan disalurkan ke ritel modern dan pasar Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) di seluruh Indonesia dan 35.000 ton beras medium.

instagram embed