Kumparan Logo

BTN Buka Opsi KPR hingga 40 Tahun, 2.577 Debitur Ikut Akad Massal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
zoom-in-whitePerbesar
Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membuka pilihan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 40 tahun. Opsi tersebut pertama kali diterapkan BTN secara nasional dalam akad massal yang dipusatkan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Akad massal tersebut digelar secara serentak di seluruh Indonesia dengan total 2.577 debitur. Jumlah tersebut terdiri atas 1.568 debitur KPR Subsidi dan 1.009 debitur produk UMKM. Khusus di Palu, akad dilakukan terhadap 159 debitur, terdiri atas 48 debitur KPR Subsidi dan 111 debitur produk UMKM.

Sepanjang 2026 hingga 27 September, BTN telah menyalurkan 75.487 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan nilai Rp12,57 triliun.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, pilihan tenor yang lebih panjang menjadi salah satu upaya untuk memberikan fleksibilitas pembiayaan kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan finansial.

Salah satu peserta akad di Palu adalah Fernando Anugrah Cahyono, karyawan tetap PT Palu Grand Hero dengan penghasilan Rp4,4 juta per bulan. Fernando memperoleh KPR Subsidi dengan plafon kredit Rp167,27 juta dan memilih tenor 35 tahun.

Selain pembiayaan untuk pembelian rumah, BTN juga menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk mendukung sisi penyediaan dan permintaan perumahan.

Sepanjang 2026 hingga 27 September, penyaluran KPP mencapai Rp5,07 triliun. Nilai tersebut terdiri atas KPP Supply sebesar Rp3,14 triliun dan KPP Demand sebesar Rp1,93 triliun.

Di Kota Palu, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM sejak Oktober 2025. Pembiayaan tersebut terutama diberikan kepada pelaku usaha di sektor properti dan konstruksi yang mendukung pembangunan serta penyediaan hunian.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan pembiayaan dari sisi supply hingga demand merupakan bagian dari pengembangan ekosistem perumahan yang melibatkan sejumlah pelaku usaha.

“Penguatan pembiayaan dari sisi supply hingga demand merupakan bagian dari transformasi BTN untuk memperluas dampak sektor perumahan terhadap perekonomian. Ekosistem tersebut tidak hanya berkaitan dengan masyarakat yang membeli rumah, tetapi juga melibatkan pengembang, kontraktor, pemasok material hingga pelaku UMKM,” ujar Hermita.

BTN Dorong UMKM di Palu

BTN Palu melakukan akad massal untuk tenor hingga 40 tahun. Foto: BTN

Selain pembiayaan perumahan, BTN juga mendorong pengembangan UMKM di Kota Palu melalui pembiayaan dan akses pasar.

Hermita mengatakan BTN memiliki kerja sama dengan sejumlah marketplace yang dapat dimanfaatkan untuk membantu UMKM memperluas pemasaran produknya.

“Kami BTN di sini siap untuk men-support UMKM di Kota Palu menjadi lebih besar lagi, bukan hanya untuk tingkat lokal, tapi nasional dan global, internasional. Kami punya kerja sama dengan beberapa marketplace,"ujar Hermita.

Hingga saat ini, sebanyak 2.957 UMKM di Palu telah bergabung dalam Bale Merchant UMKM BTN untuk mendukung transaksi usaha secara digital. Sebanyak 21 debitur UMKM juga tercatat telah naik kelas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan pemerintah akan mendorong Palu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan UMKM menuju pasar ekspor.

“Kita menjadikan Palu sebagai piloting. Akan ada MoU antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu meningkat ekspornya. Di Kota Palu ada 33.935 UMKM dan jumlahnya cukup besar. Ini yang kami harapkan juga agar UMKM naik kelas,” ujar Bagus.

Sementara itu, Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid mengatakan BTN telah menjadi mitra Pemerintah Kota Palu dalam mendampingi pengelolaan potensi daerah, termasuk penguatan UMKM dan digitalisasi pemerintahan.

"Kami berharap kerja sama dengan Bank BTN dalam memberikan penguatan kredit usaha kepada para pelaku UMKM semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik,” ujar Hadianto.