Kumparan Logo

Budidaya Bioflok & Urban Farming Buka Jalan Kemandirian Pangan Warga Dumai

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Sabtu (6/62026). Foto: Pertamina Patra Niaga
zoom-in-whitePerbesar
Pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Sabtu (6/62026). Foto: Pertamina Patra Niaga

PT Pertamina Patra Niaga memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai Program Community Involvement and Development (CID) yang berbasis pada potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi bioflok di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau.

Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut yang tidak menentu akibat faktor cuaca, keterbatasan sarana perikanan, serta ancaman abrasi.

Melalui teknologi bioflok, masyarakat kini memiliki alternatif sumber pangan sekaligus sumber pendapatan yang lebih stabil melalui budidaya ikan nila dengan masa panen sekitar 4-6 bulan.

Program ini juga didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp yang mampu menghemat biaya listrik hingga Rp9,3 juta per tahun serta mengurangi emisi karbon sebesar 5,52 ton CO₂ per tahun.

Ilustrasi urban farming Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Corporate Secretary, Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyampaikan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Pertamina Patra Niaga meyakini ketahanan pangan dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Karena itu, kami terus menghadirkan program-program yang mengoptimalkan potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, serta menciptakan manfaat sosial dan lingkungan,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kesejahteraan, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pematang Siantar mengembangkan Program Siantar Habonaron, sebuah model urban farming terpadu yang mengoptimalkan lahan pekarangan rumah masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Program ini lahir dari kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan lahan, tekanan ekonomi, serta kebutuhan akan akses pangan yang lebih terjangkau. Melalui integrasi peternakan ayam petelur, budidaya sayuran, serta pengelolaan limbah organik dan maggot, masyarakat mampu menghasilkan telur dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Selain itu, limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai media tanam, sementara sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian digunakan kembali sebagai pakan ternak.

"Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini," kata Salah satu anggota Kelompok Habonaron, Asih.

instagram embed