Bulog Dapat Diskon Bunga Bank Jadi 3 persen, Margin Naik ke 7 Persen

Perum Bulog mendapatkan pengurangan bunga bank dari 7-8 persen menjadi sekitar 5 persen. Komponen bunga tersebut ada yang disubsidi oleh pemerintah sebesar 2 persen, sementara yang ditanggung Bulog sekitar 2-3 persen saja.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhan mengatakan bahwa keputusan itu sudah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto serta Menko Pangan, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, dan Menteri Sekretaris Negara.
"Dukungan kepada Bulog yaitu pengurangan bunga bank, yang biasanya 7 sampai 8 persen diturunkan 2 sampai 3 persen. Ini luar biasa dan dampak dari pengurangan bunga bank tersebut Bulog mampu untuk mengurangi biaya pembayaran bunga dalam satu tahun lebih dari Rp 1,07 triliun," ungkapnya di kantor Pusat Bulog, Senin (3/8).
Rizal mengatakan, penurunan bunga bank yang akan berlaku untuk tahun ini memang tidak pernah serendah ini, sehingga dapat mengurangi biaya bunga hingga Rp 1,07 triliun dalam setahun.
"Ini suatu prestasi yang luar biasa dan ini baru kali ini Bulog diberikan bunga yang begitu rendah 3 persen, dari pemerintah diberikan tambahan subsidi bunga 2 persen dari pemerintah," jelasnya.
Selain pemotongan bunga bank, lanjut Rizal, Bulog juga mendapatkan kenaikan margin atau keuntungan dari penjualan, dari sebelumnya Rp 50 per kilogram (kg) menjadi 7 persen atau sekitar Rp 970 per kg. Hal itu tertera dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbanas) Nomor 3 Tahun 2026.
"Margin Bulog yang dulunya per kilo Rp 50, sekarang menjadi 7 persen itu kalau dikalkulasikan dengan angka menjadi sekitar Rp 970. Sehingga dengan Rp 970 tersebut kalau diperhitungkan sampai dengan akhir tahun maka diproyeksikan neraca keuangan Bulog akan menjadi positif yaitu sekitar Rp 1,14 triliun," tutur Rizal.
Dengan kas positif pada tahun ini, Rizal mengatakan perusahaan akan mulai meluncurkan program beras medium atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Satu Harga. Namun, detail dari program ini masih harus didiskusikan.
"Dalam rencana kami di awal apabila sudah positif keuangan kita, kita akan buat seperti Pertamina yang mampu membuat harga (BBM) satu harga dari Sabang sampai dengan Merauke. Insyaallah Bulog juga kalau memang sudah positif kita akan ajukan ke pemerintah jika diizinkan kami buat harga beras medium yaitu beras SPHP satu harga Rp 11.000," tandas Rizal.
