Kumparan Logo

Danantara Gaet Perusahaan Prancis Jajaki Kerja Sama AI hingga Keamanan Siber

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Danantara. Foto: Iljanaresvara Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Danantara. Foto: Iljanaresvara Studio/Shutterstock

Danantara Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Prancis, Thales, untuk jajaki kerja sama di empat sektor strategis, yaitu kecerdasan buatan (AI), sistem pertahanan, teknologi digital, hingga keamanan siber. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, mendorong kapasitas inovasi, serta memperkuat ketahanan nasional.

Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office, Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi yang akan membentuk masa depan perekonomian nasional.

“Sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini bahwa investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal akan membantu mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas,” kata Ricardo melalui keterangannya, Kamis (24/9).

Bagi Danantara, AI, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan memperkuat kedaulatan nasional.

Melalui MoU ini, Danantara dan Thales membentuk kerangka kerja sama strategis untuk mengembangkan peluang investasi di Indonesia pada sektor AI, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber.

Sejumlah bidang yang akan dijajaki dalam kerja sama tersebut antara lain manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan aplikasi AI, pusat operasi keamanan siber, hingga teknologi pasca-kuantum.

Ricardo melanjutkan, kemitraan ini juga membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara yang bergerak di sektor terkait. Ini diharapkan dapat memperluas nilai ekonomi dari investasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia.

Petugas membersihkan ruangan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group, Guy Bonassi, mengatakan pihaknya menyambut kerja sama dengan Danantara untuk pertama kalinya di sejumlah sektor teknologi strategis, termasuk AI dan pertahanan.

“Kami merasa terhormat dipilih oleh Danantara Indonesia untuk berkontribusi pada proyek-proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal. Berbekal hampir 50 tahun kehadiran di Indonesia, Thales menghadirkan teknologi yang mendukung kedaulatan serta ketahanan ekonomi nasional,” sebut Bonassi.

Thales yang telah beroperasi di Indonesia selama hampir 50 tahun ini memiliki keahlian di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, serta solusi digital untuk mendukung kebutuhan di lingkungan operasional yang bersifat kritis.

MoU ini menjadi kerangka awal bagi kedua pihak dalam menjajaki berbagai peluang kerja sama. Adapun setiap rencana investasi akan melalui proses evaluasi lebih lanjut dengan mengikuti ketentuan tata kelola yang berlaku serta dituangkan dalam perjanjian definitif yang disepakati kedua pihak.

instagram embed