Kumparan Logo

Dexa Group Perkuat Bisnis Farmasi Halal, Ekspor Produk ke Eropa

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Shutter Stock

Dexa Group terus memperkuat bisnis farmasi dengan memperluas akses produk ke pasar internasional. Melalui PT Ferron Par Pharmaceuticals, salah satu perusahaan dalam grup tersebut, sebanyak 16 SKU telah diekspor secara langsung ke Polandia, Belanda, dan United Kingdom.

Selain ekspor langsung, Ferron juga memproduksi 105 SKU produk ekspor di fasilitas produksinya di Cikarang. Ekspansi tersebut menunjukkan peran Ferron tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Dexa Group untuk meningkatkan penetrasi produk farmasi Indonesia ke pasar global.

Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno mengatakan pengembangan bisnis ekspor menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan meningkatkan daya saing produk farmasi.

“Halal bukan hanya sekadar sertifikasi, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan kami untuk masuk ke pasar global. Dengan sistem yang sudah kami bangun, aspek halal terintegrasi dalam pengelolaan produk dan fasilitas produksi,” ujar Benny dalam keterangannya, Senin (28/9).

Menurut Benny, penerapan standar halal telah dilakukan Dexa Group secara bertahap sejak 2019. Hal tersebut membuat perusahaan memiliki sistem yang lebih siap ketika implementasi kewajiban halal memasuki tahapan berikutnya pada 2026.

Stan Dexa Group pada gelaran Trade Expo Indonesia 2022 di BSD Tangerang. Foto: Akbar Maulana/kumparan

“Sejak 2019, kami telah berkecimpung dalam pemenuhan kaidah halal. Seluruh site dan produk Dexa Group telah memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Sehingga ketika implementasi wajib halal memasuki tahap berikutnya pada 2026, bagi kami ini bukan sesuatu yang baru karena sudah kami implementasikan sejak tujuh tahun lalu,” kata Benny.

Hingga saat ini, lebih dari 1.800 SKU produk serta seluruh fasilitas produksi Dexa Group telah tersertifikasi halal. Bagi perusahaan, kepastian pemenuhan standar halal juga dapat menjadi nilai tambah dalam membuka akses ke negara-negara dengan populasi Muslim yang besar.

Pengembangan pasar ekspor tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong industri farmasi nasional agar semakin kompetitif di pasar global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri halal merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri nasional.

“Sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik dan akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional,” ujar Agus dalam acara Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (24/9).

Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report 2025–2026, konsumsi masyarakat Muslim dunia pada enam sektor ekonomi syariah mencapai sekitar US$2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$3,6 triliun pada 2029.

Raih IHYA 2026

PT Ferron Par Pharmaceuticals juga meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian untuk kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi dan Obat Tradisional Terbaik. Foto: Dexa Group

Di tengah pengembangan bisnis dan ekspor tersebut, PT Ferron Par Pharmaceuticals juga meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian untuk kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi dan Obat Tradisional Terbaik.

Benny mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap konsistensi Dexa Group dalam membangun industri farmasi yang memenuhi kaidah halal.

“Kami sangat bersyukur bahwa Dexa Group yang tahun ini diwakili oleh PT Ferron mendapatkan penghargaan IHYA dari Kemenperin. Ini sebagai bukti bahwa Dexa Group menjadi salah satu pionir dalam industri halal, khususnya di industri farmasi. Ini juga menjadi bentuk pembuktian bahwa apa yang telah kita usahakan mendapat apresiasi dari pemerintah,” ujar Benny.

Dexa Group mulai mengimplementasikan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sejak 2019. Konsistensi tersebut menjadi bagian dari penguatan kapabilitas produksi perusahaan sekaligus mendukung upaya memperluas pasar produk farmasi, baik di dalam maupun luar negeri.