Kumparan Logo

Digandrungi Turis, Porsi Penumpang MRT Pakai Kartu Kredit Hampir 5 Persen

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, saat kelas MRTJ Fellowship 2026, Rabu (9/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, saat kelas MRTJ Fellowship 2026, Rabu (9/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat kenaikan penumpang yang menggunakan metode pembayaran kartu kredit, baik itu Visa maupun Mastercard, hingga persentasenya hampir mencapai 5 persen.

Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, mengatakan kerja sama dengan Visa dan Mastercard tersebut sangat memudahkan akses penumpang terutama bagi wisatawan mancanegara alias turis.

Adapun kerja sama dengan Mastercard dengan MRT Jakarta telah dilaksanakan terlebih dahulu pada Desember 2023. Sementara kerja sama dengan Visa diluncurkan pada Agustus 2026, di mana pemilik kartu kredit Visa bisa langsung tap tanpa harus membeli tiket terlebih dahulu.

"Memang sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur kita beberapa bulan lalu peningkatan penggunaannya cukup signifikan. Jadi sudah hampir 5 persen dari pelanggan yang pakai dan pelanggan MRT sebagian turis juga," ungkap Samuel saat kelas MRTJ Fellowship 2026, Rabu (9/8).

Suasana cek proyek konstruksi extended concourse MRT Bundaran HI. Foto: Sifa Maulida/kumparan

Kendati demikian, Samuel belum bisa merinci berapa banyak pengguna kartu kredit tersebut yang merupakan warga negara asing maupun warga domestik. Hanya saja, dia melihat kenaikan tren dari kunjungan turis, terutama berasal dari Malaysia dan Singapura.

"Kami melihat emang cukup signifikan dari Singapura sama Malaysia. Cukup banyak tuh yang pakai. Jadi ternyata kayaknya Jakarta lagi banyak kunjungan turis Singapura, Malaysia yang datang ke sini," jelasnya.

Peningkatan kunjungan turis sebagai pengguna MRT Jakarta maupun menjadi pengunjung kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) juga semakin banyak, terlihat dari salah satu TOD milik MRT Jakarta, yakni Transport Hub di dekat Stasiun MRT Dukuh Atas.

Turis asal Malaysia dan Singapura yang menginap di sana, lanjut Samuel, biasanya berbondong-bondong berwisata ke Bandung ataupun pusat-pusat perbelanjaan di sekitar Jakarta. Sejauh ini, para turis kebanyakan cenderung menggunakan kartu kredit.

"Dari di Bank Indonesia kemarin memang yang dibuka baru untuk kartu kredit. Karena memang tujuan awalnya untuk kota global, mempermudah turis. Ternyata risetnya juga turis itu kebanyakan kalau ke luar negeri pakainya kartu kredit buat belanja, buat makan, buat transportasi," jelasnya.

Ilustrasi transportasi umum MRT. Foto: ADEK BERRY/AFP

Sementara itu, Samuel juga membuka kemungkinan bahwa layanan pembayaran Visa dan Mastercard ini akan diperluas untuk pengguna kartu debit. Namun, hal ini menyusul regulasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI).

"Tapi apakah ke depannya bisa debit? Bisa saja. Mungkin mengikuti perkembangan situasi ya. Kalau ternyata nanti turis-turisnya ternyata sudah pada enggak punya kartu kredit, di luar negeri juga sekarang pakainya tinggal debit. Bisa jadi berubah juga gitu," tandas Samuel.