Kumparan Logo

Harga Batu Bara Menguat di Tengah Pembatasan Ekspor, Nikel & CPO Merosot

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kapal tongkang bermuatan batu bara melintas perairan Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/11/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kapal tongkang bermuatan batu bara melintas perairan Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (6/11/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Harga beberapa komoditas alam ditutup beragam pada Kamis (1/10). Beberapa yang menguat adalah batu bara dan timah sementara CPO dan nikel tercatat melemah.

Dikutip dari tradingeconomics pada Kamis (1/10), harga CPO ditutup pada MYR 4.616 per ton atau melemah 0,17 persen.

Menurut tradingeconomics, meski melemah secara harian, harga minyak sawit berjangka Malaysia memang berfluktuasi menguat di dekat level MYR 4.650 per ton setelah penurunan baru-baru ini yang membawa harga ke level terendah selama delapan minggu.

Di samping itu, aksi beli murah dan harga minyak nabati Dalian yang lebih kuat memberikan dukungan pada harga.

Sementara untuk batu bara, harganya menguat 0,90 persen ke USD 147 per ton. Harga tersebut pulih dari level terendah selama satu bulan di tengah pengetatan pasokan global dan peningkatan permintaan.

Ilustrasi timah. Foto: PT Timah

Indonesia sebagai eksportir batubara termal terbesar di dunia melaporkan bahwa pengiriman batu bara turun 23 persen year-on-year pada bulan Agustus ke level terendah untuk bulan tersebut dalam lima tahun terakhir. Hal itu terjadi karena adanya pembatasan kuota produksi pemerintah, ketidakpastian kebijakan, dan gangguan pengiriman yang disebabkan oleh El Niño yang kuat.

Pada saat yang sama, permintaan batubara global diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi tahun ini di tengah gangguan pasokan gas yang berasal dari perang Iran.

Bergeser ke Nikel, harganya terpantau melemah. Dikutip dari London Metal Exchange (LME) harga nikel ada pada USD 15.958 per ton. Angka tersebut turun 1,37 persen dibanding hari sebelumnya.

Sementara untuk timah, harganya terpantau menguat. Dikutip dari LME, harga timah berada pada angka USD 54.198 per ton atau menguat 0,77 persen dibanding hari sebelumnya.