Kumparan Logo

Harga CPO Anjlok 2,10% ke MYR 4.672/Ton, Batu Bara dan Timah Menguat

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Harga beberapa komoditas alam ditutup beragam pada penutupan perdagangan Jumat (25/9). Beberapa yang menguat adalah batu bara dan timah sementara CPO dan nikel tercatat melemah.

Dikutip dari tradingeconomics pada Senin (28/9), harga CPO ditutup pada MYR 4.672 per ton atau melemah 2,10 persen.

Menurut tradingeconomics, harga CPO berjangka Malaysia yang turun sekitar 2 persen menjadi di bawah MYR 4.700 per ton memperpanjang penurunan pekan lalu ke level terendah enam minggu. Hak ini disebabkan oleh penguatan ringgit dan pelemahan minyak kedelai di Chicago Board of Trade yang menekan sentimen pasar.

Selain itu meningkatnya persediaan Malaysia dan permintaan yang lesu dari India sebagai pembeli minyak nabati terbesar di dunia semakin menekan pasar.

Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Sementara untuk batu bara, harganya menguat 0,17 persen ke USD 143,75 per ton. Meski demikian, tradingeconomic menjelaskan bahwa harga itu turun dari level tertinggi selama tiga bulan sebesar USD 149 pada 7 September karena peningkatan produksi dari China untuk sementara mengimbangi lonjakan permintaan baru-baru ini.

Adapun badan-badan yang dioperasikan oleh pemerintah pusat China mengeluarkan pemberitahuan bersama kepada para penambang lokal untuk mempertahankan produksi yang cukup setelah harga lokal naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun.

Bergeser ke Nikel, harganya terpantau melemah. Dikutip dari London Metal Exchange (LME) harga nikel ada pada USD 16.329 per ton. Angka tersebut turun 1,04 persen dibanding hari sebelumnya.

Sementara untuk timah, harganya terpantau menguat. Dikutip dari LME, harga timah berada pada angka USD 54.348 per ton atau menguat 0,63 persen dibanding hari sebelumnya.

instagram embed