Harga Komoditas Akhir Pekan: Minyak Dunia Melemah, CPO Menguat

Harga minyak dunia ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat (28/8) sekaligus mencatat penurunan dalam sepekan. Pelaku pasar mencermati sinyal kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam memerangi inflasi serta rumor mengenai kemungkinan kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Dikutip dari Reuters pada Minggu (30/8), kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup di level USD 89,31 per barel atau turun 39 sen atau 0,43 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD 83,40 per barel atau turun 13 sen atau 0,16%.
Dalam sepekan, harga Brent turun lebih dari 5 persen sedangkan WTI merosot lebih dari 4 persen. Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn mengatakan harga minyak kembali tertekan setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan komentar yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun untuk menekan inflasi.
“Pasar produk global terlihat kuat menyusul serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Namun, banyak rumor bahwa kita mungkin melihat kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan,” ujar Flynn.
Di samping itu, pelaku pasar mengamati perkembangan arus minyak melalui Selat Hormuz yang mulai pulih meski masih berlangsung tidak stabil. Sebelum perang dimulai, sekitar 20 persen produksi minyak global melewati selat tersebut.
Analis Rystad, Janiv Shah mengatakan pasar terkejut dengan tambahan arus pengiriman yang terjadi melalui koridor pelayaran Iran-Oman serta klaim AS mengenai pembersihan ranjau laut.
“Penurunan harga secara mingguan kemungkinan disebabkan oleh volume yang tersedia untuk keluar dari Selat Hormuz serta kecepatan peningkatan arus tersebut. Hal itu memungkinkan kilang-kilang Asia mengambil dan menggunakan minyak tersebut,” kata Shah.
CPO
Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak September mengalami kenaikan 0,76 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.628 per ton.
Batu Bara
Sementara itu harga batu bara berjangka Newcastle juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak September menguat 0,18 persen ke level USD 139,75 per ton.
Nikel
Harga nikel justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel turun 0,10 persen ke level USD 16.861 per ton.
Timah
Sementara itu, harga timah juga melemah 0,24 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange harga timah ada pada level USD 52.223 per ton.
