Kumparan Logo

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara hingga Nikel Turun

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melihat pengolahan konsentrat timah hingga proses peleburan di TSL Ausmelt Furnace di Unit Metalurgi Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (23/8/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Melihat pengolahan konsentrat timah hingga proses peleburan di TSL Ausmelt Furnace di Unit Metalurgi Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (23/8/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Harga sejumlah komoditas utama terpantau melemah pada perdagangan, Kamis (24/9) pagi. Penurunan terjadi pada batu bara, minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), nikel, hingga timah.

Batu Bara

Sedangkan harga batu bara menurun pada penutupan perdagangan Rabu (23/9). Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Oktober 2026 berdasarkan situs Barchart turun 0,9 persen menjadi USD 142,70 per ton.

CPO

Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Harga minyak kelapa sawit (CPO) menurun pada perdagangan Rabu. Berdasarkan situs tradingeconomics.com, harga CPO turun 0,87 persen menjadi MYR 4.768 per ton.

Nikel

Adapun harga nikel terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Rabu. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga nikel melemah 0,91 persen menjadi USD 16.481 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah juga terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Selasa. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga timah turun 0,58 persen dan menetap di USD 53.898 per ton.

Minyak

Harga minyak mentah turun menyusul lonjakan hampir 4 persen pada Rabu karena AS kembali menyarankan bahwa volume utama minyak mentah melewati Selat Hormuz meskipun ada risiko pengiriman.

Dikutip dari Bloomberg, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 0,9 persen menjadi USD 91,34. Brent untuk penyelesaian November turun 1,1 persen menjadi USD 101,94 per barel pada pukul 9:07 pagi di Singapura.

instagram embed