IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.406, Investor Tunggu Pidato Nota Keuangan Prabowo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada level 6.363-6.406 pada pembukaan perdagangan Jumat (14/8). Sebelumnya, pada Kamis (13/8), IHSG ditutup melemah 72,083 poin atau 1,13 persen ke level 6.301,76.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG masih membentuk fase bullish consolidation selama diperdagangkan di atas MA20. Berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam fase bullish crossover, sementara RSI berpotensi membentuk pola golden cross,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Dari global, kata Nafan, Bursa Wall Street mengalami penguatan dipicu rilis data US PPI (Producer Price Index) periode Juli 2026 yang kenaikan harga yang lebih landai dari perkiraan pasar menyusul data US CPI periode Juli 2026 sehari sebelumnya yang juga menunjukkan melandainya inflasi.
PPI Juli tercatat flat di 0,0 persen secara bulanan, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 0,2 persen, sementara secara tahunan naik 4,7 persen, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 4,9 persen.
Sementara dari dalam negeri, Nafan menuturkan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 pada hari ini, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang telah disepakati di kisaran 5,8-6,5 persen dan defisit 1,8-2,4 persen terhadap PDB.
“Tentunya, market akan lebih mencermati substansi kebijakan ekonominya daripada sekadar seremonial,” kata dia.
Para pelaku investor, menurut Nafan, ingin melihat apakah target 5,8-6,5 persen tersebut didukung oleh program yang konkret, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, hilirisasi, dan pembangunan infrastruktur.
Para pelaku investor, katanya, juga ingin melihat kebijakan pemerintah untuk menjaga konsumsi kelas menengah, penciptaan lapangan kerja, bantuan sosial yang tepat sasaran, serta berbagai program yang dapat meningkatkan disposable income masyarakat.
“Apabila pidato Prabowo menunjukkan kebijakan fiskal yang kredibel tetapi tetap pro-pertumbuhan, belanja produktif meningkat, investasi dipacu, daya beli diperkuat, dan tidak ada kejutan negatif mengenai defisit maupun penerimaan negara, maka ini bisa menjadi counter-sentimen positif bagi IHSG setelah tekanan MSCI,” jelas Nafan.
Saham-saham yang dapat direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Jumat (14/8) meliputi AKRA, BBTN, dan ICBP.
Menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Jumat (14/8) diproyeksi bervariasi. Bisa menguat ke level 6.440-6.544 dan melemah ke level 5.890-6.192.
“IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544. Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b),” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Jumat (14/8) meliputi BMRI, INDF, RAJA, dan ULTJ.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
