Kumparan Logo

Imbal Hasil SBN Naik, Purbaya Pastikan Tak Ganggu Utang Pemerintah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkeku Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, PGS BI, Deputi Gubernur BI, dan Ketua Dewan Komisioner OJK bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menkeku Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, PGS BI, Deputi Gubernur BI, dan Ketua Dewan Komisioner OJK bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun hingga sekitar 7,2 persen tidak akan berdampak terhadap utang pemerintah.

Purbaya mengatakan kenaikan imbal hasil tersebut nantinya akan diselesaikan melalui mekanisme dengan Bank Indonesia. Karena itu, pemerintah tidak melihat adanya dampak langsung terhadap posisi utang pemerintah.

“Oh nanti di-settle sama Bank Sentralnya ke kita nggak ada dampaknya,” kata Menkeu Purbaya di Sarasehan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (3/9).

Berdasarkan data Trading Economics, yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun berada di level 7,23 persen pada 2 September 2026. Angka tersebut naik 0,24 poin persentase dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.

Meski meningkat dalam perdagangan terakhir, yield SBN 10 tahun tercatat turun 0,15 poin persentase dalam sebulan terakhir. Namun, jika dibandingkan dengan posisi setahun sebelumnya, yield tersebut masih lebih tinggi 0,83 poin persentase.

instagram embed