Kumparan Logo

Investor AS Garap Hilirisasi Pasir Silika hingga Pabrik Pintar Berbasis AI di Batam

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Barelang yang menghubungkan Pulau Galang dan Rempang di Batam. Foto: NPCplastik/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Barelang yang menghubungkan Pulau Galang dan Rempang di Batam. Foto: NPCplastik/Shutterstock

Investor asal Amerika Serikat, Tynergy Technology Group dan Essence Global, menyiapkan investasi sekitar USD 500 juta untuk eksekusi pengembangan hilirisasi pasir silika hingga pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) di Batam, Kepulauan Riau. Investasi ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Geseip.

Presiden Direktur Wiraraja Geseip Akhmad Makruf Maulana mengatakan proyek akan dimulai melalui peletakan batu pertama di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Batam, pada Rabu (28/10).

Proyek ini direncanakan menempati lahan seluas 3 hektare dan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja pada tahap awal.

“Ini adalah tahap awal realisasi investasi dari PMA Amerika Serikat yang telah lama dikomitmenkan bersama. Kami memulainya di kawasan industri yang sudah tersedia, yaitu Wiraraja I Kabil,” ujar Makruf dalam keterangan resmi, Selasa (27/10).

Investasi ini menjadi tindak lanjut dari penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) antara Wiraraja Geseip, Tynergy Technology Group, dan Essence Global pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Penandatanganan perjanjian itu disaksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ilustrasi data center. Foto: Matthew G Eddy/Shutterstock

Kerja sama mencakup pengolahan pasir silika untuk meningkatkan nilai tambah, pengembangan pabrik pintar berbasis AI, juga peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion.

Makruf berujar pengembangan industri akan diarahkan pada rantai produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Investasi ini mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu ke hilir (end-to-end), guna membangun rantai pasok industri teknologi tinggi berskala besar, yang selanjutnya akan dikembangkan melalui ekspansi ke Kawasan Industri Wiraraja Geseop, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Galang,” katanya.

Makruf melanjutkan pengembangan kawasan industri diharapkan dapat memperkuat rantai pasok manufaktur berteknologi tinggi dan menarik investasi lanjutan ke Indonesia.

Groundbreaking pada 28 Oktober dijadwalkan dihadiri mitra investasi dari Amerika Serikat dan Jepang. Para pihak selanjutnya akan melanjutkan koordinasi untuk pengembangan proyek sesuai tahapan pelaksanaan dan ketentuan yang berlaku.

instagram embed