Kumparan Logo

Negosiasi Tarif Mandek, Vietnam Siap Berunding Lagi dengan Trump

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi turis di Vietnam. Foto: Guitar photographer/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi turis di Vietnam. Foto: Guitar photographer/Shutterstock

Vietnam mengalami kemandekan dalam perundingan tarif final dengan Amerika Serikat (AS). Untuk itu, mereka siap kembali melakukan perundingan.

Dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (29/8), Wakil Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Van Thang kini sedang berupaya kembali melakukan negosiasi dengan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Saat ini Thang sudah berada di Washington untuk meningkatkan perdagangan kedua negara serta mendorong lebih banyak investasi AS di Vietnam yang sangat bergantung pada aktivitas perdagangan. Ia menegaskan bahwa Vietnam siap melakukan negosiasi yang terbuka dan konstruktif kepada Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Selain itu, Thang juga bertemu dengan perwakilan sejumlah perusahaan termasuk Qualcomm Inc., Visa Inc., Axon Enterprise Inc., dan Caterpillar Inc., sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak investasi ke Vietnam.

Saat ini, pemerintahan Trump memang ingin Vietnam menangani apa yang dianggap AS sebagai aliran barang ilegal asal China yang dikirim ke AS melalui negara Asia Tenggara tersebut. Untuk itu, Thang juga menunjukkan kesediaannya untuk meredakan kekhawatiran AS terkait praktik penipuan perdagangan dan pengalihan ekspor ilegal melalui Vietnam.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump naik ke pesawat usai pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Bandara Internasional Noi Bai di Hanoi, Vietnam Foto: REUTERS / Leah Millis

Pertemuan di AS tersebut berlangsung ketika kedua negara berupaya menyelesaikan kesepakatan tarif setelah sebelumnya mencapai kesepakatan kerangka kerja pada Oktober. Di sisi AS, Greer mengatakan kepada Thang bahwa AS ingin segera menyelesaikan negosiasi mengenai perjanjian perdagangan timbal balik tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat perdagangan AS telah melakukan tiga penyelidikan secara bersamaan berdasarkan Section 301 terhadap praktik perdagangan Vietnam. Sebelumnya negosiasi mengalami kebuntuan akibat sejumlah persoalan, termasuk pengiriman barang melalui negara ketiga (transshipment) dan hambatan perdagangan non-tarif.

Pada April lalu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga sudah menetapkan Vietnam sebagai ‘negara asing prioritas’ dalam sebuah laporan. AS menuduh Vietnam gagal memberantas pembajakan daring dan barang palsu, serta memiliki pengawasan perbatasan yang tidak memadai.

Hasil penyelidikan tersebut dijadwalkan keluar pada November dan dapat membuka jalan bagi penerapan tarif yang lebih tinggi.

Terkait kondisi perdagangan Vietnam, saat ini Vietnam mencatat surplus perdagangan terbesar dengan AS pada paruh pertama 2026 yakni sebesar USD 114 miliar atau melampaui China, Meksiko, dan Taiwan. Sementara itu, impor Vietnam dari China melonjak seiring produsen meningkatkan produksi barang untuk ekspor, termasuk produk elektronik yang digunakan konsumen Amerika.

instagram embed