Pemerintah Jamin Tak Ada Cetak Sawah-PSN di Taman Nasional Wasur yang Terbakar

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan tidak ada kegiatan cetak sawah hingga proyek investasi di Taman Nasional Wasur, Merauke, Papua Selatan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data Balai Taman Nasional Wasur per 4 November 2026, luasan lahan yang terbakar di kawasan tersebut mencapai 1.600 hektare selama fenomena karhutla terjadi pada tahun ini.
"Taman Nasional enggak boleh ada cetak sawah di sana. Saya rasa ketaatan kepada asas tata ruang perlu kita jaga ya. Kita pastikan untuk Wasur tentu secara legal tidak ada kegiatan penambahan sawah atau pengolahan sawah di lokasi Taman Nasional. Itu dilarang," tegas Hanif saat ditemui di kantornya, Jumat (6/11).
Hanif menegaskan bahwa jika ada kegiatan pertanian yang terlihat di citra satelit merupakan kegiatan masyarakat lokal setempat yang menggunakan kearifan lokal secara turun menurun, bukan pembukaan lahan baru oleh pemerintah.
"Kalau dari citra satelitnya, itu semacam pondok-pondok kecil masyarakat. Saya sudah sering lewat Wasur melalui udara karena memang sering melakukan perjalanan seperti itu, saya tidak melihat dalam skala luas ya, relatif masih pakai kearifan lokal di sana," jelasnya.
"Teman-teman dari Papua, mohon maaf, memang karakternya dia berada di alam yang menjadikan alam sebagai halaman rumahnya tanpa dia memperhatikan statusnya ya. Jadi dia anggap ini merupakan rangkaian dari kegiatan itu," imbuh Hanif.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa Taman Nasional Wasur juga berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Tidak hanya isu soal cetak sawah, dia juga menegaskan tidak ada proyek yang dilakukan di kawasan dilindungi tersebut.
"Saya rasa kalau kegiatan yang dilakukan di sana masih skala yang kearifan lokal yang ada di masyarakat di sana. Tidak ada investasi yang ada di sana kok, tidak ada sama sekali investasi yang masuk," tegas Hanif.
Sama halnya dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) terkait pembukaan kebun tebu di Merauke untuk program bioetanol, Hanif menegaskan tidak ada yang tumpang tindih dengan Taman Nasional Wasur.
"PSN tidak ada masuk di Wasur. Kalau kita bicara mungkin yang terkait dengan pembangunan kebun tebu ya, itu ada sisi-sisi sebelah-sebelah dari Taman Nasional itu sudah dijaga ketat dengan batas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan. Tidak ada investasi di sana di Taman Nasional," terang Hanif.
