Kumparan Logo

Penjualan Emiten MDLA Tembus Rp 8,2 T, Laba Naik 12,6% di Semester I 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Emiten PT Medela Potentia Tbk (MDLA) di Bursa Efek Indonesia. Foto: MDLA
zoom-in-whitePerbesar
Emiten PT Medela Potentia Tbk (MDLA) di Bursa Efek Indonesia. Foto: MDLA

Emiten PT Medela Potentia Tbk (MDLA) membukukan pertumbuhan kinerja positif pada semester I 2026. Penjualan perseroan mencapai Rp 8,2 triliun, tumbuh 10,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih meningkat 12,6% menjadi Rp226 miliar.

Pertumbuhan juga tercermin pada laba kotor yang mencapai Rp 762 miliar, naik 6,8%. Adapun EBITDA tumbuh 11,2% menjadi Rp325 miliar.

Investor Relations PT Medela Potentia Tbk Harris Lesmana mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan produk milik sendiri, serta optimalisasi kanal digital.

“Pertumbuhan kinerja semester I 2026 ditopang oleh beberapa driver yang saling melengkapi, mulai dari ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan own product, hingga optimalisasi kanal digital. Dari sisi operasional, kami juga terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses kerja,” kata Harris dalam Public Expose Live, Selasa (8/9).

Pada bisnis distribusi, entitas anak PT Anugrah Argon Medica (AAM) menambah lima prinsipal baru yang terdiri dari satu prinsipal ethical, tiga prinsipal consumer health, dan satu prinsipal alat kesehatan.

Sementara itu, lini alat kesehatan own product melalui PT Djembatan Dua mencatatkan pertumbuhan penjualan produk Stardec sebesar 34%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh perluasan portofolio melalui peluncuran Stardec DecaCare 5 Liter dan Stardec DecaFoam.

Produk Stardec juga telah diekspor ke Kamboja dan Timor-Leste pada 2025 dan perseroan berencana kembali melakukan ekspor pada 2026.

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Juliwaty mengatakan kinerja semester I 2026 menunjukkan semakin kuatnya posisi perseroan dalam ekosistem kesehatan Indonesia.

“Pertumbuhan bisnis kesehatan di Indonesia memberikan peluang yang besar bagi Perseroan untuk terus berkembang. Dengan ekosistem yang mencakup distribusi, alat kesehatan, manufaktur, dan digital, kami memiliki fondasi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus menghadirkan solusi kesehatan yang holistik,” ujar Juliwaty.

Perkuat Infrastruktur dan Digitalisasi

Salah satu gudang PT Medela Potentia Tbk (MDLA) di Bursa Efek Indonesia. Foto: MDLA

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, perseroan terus memperkuat kapasitas infrastrukturnya. Pembangunan gudang AAM Medan telah mencapai 95% dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Fasilitas tersebut akan meningkatkan kemampuan distribusi perseroan di wilayah Sumatera.

MDLA juga merencanakan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 pada 2027 yang akan difokuskan untuk kebutuhan cold storage. NDC 2 direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka 2.

Di sisi digital, GPOS B2B mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 20% dengan pertumbuhan coverage 15%. Platform tersebut saat ini bekerja sama dengan 18 prinsipal dan mencakup 40 brand produk.

Implementasi AI Forecast juga membantu perseroan menurunkan tingkat out-of-stock menjadi di bawah 2%.

Dari sisi keberlanjutan, MDLA telah memasang panel surya berkapasitas 93,75 kWp DC di AAM Tangerang serta mengoperasikan 107 kendaraan listrik berupa motor dan mobil di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.

Sementara melalui program Argon Peduli, perseroan telah menjangkau 8.505 orang, melibatkan 56 komunitas, serta mencakup 27 kota, 18 provinsi, dan enam pulau.

Pada aspek tata kelola, AAM berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat dan daerah untuk meningkatkan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Program tersebut telah diselenggarakan di delapan kota dan menjangkau 836 apoteker.

instagram embed