Kumparan Logo

Perang Kerek Harga Minyak 11 Persen Sepekan, CPO dan Nikel Melemah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: Asif 31/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: Asif 31/Shutterstock

Harga minyak dunia ditutup turun pada Jumat (17/7) karena sebagian pelaku pasar memilih mengambil keuntungan setelah harga naik. Meski begitu, harga minyak dunia masih mencatat kenaikan secara mingguan karena pasar tetap khawatir konflik di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan minyak dunia.

Dikutip dari Bloomberg pada Minggu (19/7), harga minyak mentah Brent ditutup di atas USD 84 per barel, sementara minyak acuan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) ditutup di bawah USD 79 per barel. Keduanya masih naik sekitar 11 persen selama sepekan.

Di Timur Tengah, AS TELAH melancarkan serangan selama lima hari berturut-turut terhadap Iran sampai Kamis (16/7). Sementara itu, Iran disebut telah meminta kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk menutup jalur Bab el-Mandeb yang menjadi pintu gerbang menuju rute pelayaran Laut Merah apabila infrastruktur kelistrikan Iran diserang.

"Tanpa adanya eskalasi yang benar-benar signifikan, para trader enggan mendorong harga naik lebih tinggi lagi. Pasar fisik saat ini juga belum menunjukkan adanya kekurangan pasokan yang kritis,” ujar Rebecca Babin, trader energi senior di CIBC Private Wealth Group.

Meskipun saat ini jumlah pelayaran yang terlihat melalui Selat Hormuz menurun, sebagian pengiriman disebut masih terus berlangsung. Sejumlah kapal tanker juga telah melakukan transfer minyak dari kapal ke kapal (ship-to-ship transfer) di lepas pantai Oman.

CPO

Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Agustus mengalami penurunan 0,18 persen pada Jumat (17/7). Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.529 per ton.

Batu Bara

Sementara itu harga batu bara berjangka Newcastle mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Agustus per Jumat (17/7) menguat 1,02 persen ke level USD 133,35 per ton.

Nikel

Harga nikel justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel pada periode yang sama turun 1,11 persen ke level USD 16.961 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah justru menguat 0,14 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange harga timah ada pada level USD 53.230 per ton.

instagram embed