PLN IP Mulai Pakai Sorgum di PLTU Pelabuhan Ratu, Beli dari Petani Sukabumi

PLN Indonesia Power (PLN IP) memborong tanaman sorgum milik petani sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Biomassa tersebut berasal dari hasil budidaya masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Pemanfaatan biomassa itu ditandai dengan panen raya tanaman sorgum dan pengiriman perdana biomassa sorgum dust di Perkebunan Sorgum Cilegok, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas bersama jajaran PLN Indonesia Power, PLN Energi Primer Indonesia, serta sejumlah mitra dan kelompok tani setempat.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan program biomassa sorgum menjadi bentuk sinergi antara sektor energi dan pertanian yang tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat.
"Program biomassa sorgum ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak harus mengorbankan kepentingan masyarakat. Justru sebaliknya, kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi turut merasakan manfaat ekonomi dari setiap langkah transformasi energi yang kami jalankan," ujar Bernadus dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Program ini telah berjalan sejak 2025, mulai dari tahap penanaman hingga memasuki masa panen raya. Sorgum yang dipanen dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, bulirnya digunakan untuk mendukung ketahanan pangan, sementara batang dan daunnya diolah menjadi biomassa sorgum dust untuk bahan bakar pendamping batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu.
Bukan hanya sorgum, serbuk kayu, pelet kayu, refuse derived fuel (RDF), cangkang sawit, hingga sekam padi. Tapi hanya 10 persen karena sisanya masih bergantu pada batu bara.
PLTU Pelabuhan Ratu atau yang bernama resmi PLTU 2 Jawa Barat dioperasikan PT PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Barat 2. Dengan kapasitas terpasang 1.050 MW dalam konfigurasi tiga unit masing-masing 350 MW, PLTU Pelabuhan Ratu menjadi salah satu pembangkit signifikan dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali).
PLN Indonesia Power menyebut kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan kelompok tani juga memberikan kepastian pasar bagi hasil panen masyarakat melalui peran PLN sebagai off-taker.
"Kami berkomitmen untuk terus memperluas program biomassa berbasis masyarakat ini, sejalan dengan upaya kami mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri di berbagai wilayah operasi," kata dia.
PLTU Pelabuhan Ratu dibangun oleh konsorsium Shanghai Electric Group Co. Ltd dan Maxima Infrastruktur dengan nilai kontrak USD 566,9 juta dan Rp 2,2 triliun, setelah groundbreaking pada 2007. Konstruksi mulai berjalan pada 2008 dan unit pertama mulai beroperasi pada awal 2013, dengan total nilai investasi proyek yang mencapai sekitar Rp 10 triliun. Untuk menopang operasionalnya, PLTU ini membutuhkan pasokan batu bara hingga 4,5 juta ton per tahun.
