Kumparan Logo

PM Singapura: Danantara Teken MoU Listrik Lintas Negara dengan Keppel-Sembcorp

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (kiri) saat kunjungan resmi untuk menghadiri Leaders Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (kiri) saat kunjungan resmi untuk menghadiri Leaders Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menghasilkan 26 Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman. Sektor energi, terutama ekspor listrik menjadi prioritas utama.

Lawrence menyebut salah satu kerja sama yang diteken hari ini adalah antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan sejumlah perusahaan energi asal Singapura.

"Hari ini kami juga menandatangani MoU antara Danantara dengan Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections," kata Lawrence dalam konferensi pers bersama Prabowo usai Leaders' Retreat Indonesia-Singapura di Istana Jakarta, Senin (6/7).

Menurut Lawrence, kesepakatan tersebut akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi proses negosiasi dan pembahasan lanjutan antarpara pihak. Tujuannya adalah membuka jalan bagi pengembangan proyek interkoneksi listrik lintas batas (cross-border electricity project) antara Indonesia dan Singapura.

Ia menilai proyek tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua negara sekaligus menjadi fondasi penting bagi pembangunan ASEAN Power Grid atau jaringan listrik kawasan ASEAN.

"Kami meyakini proyek ini merupakan solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Ini juga akan menjadi fondasi penting bagi ASEAN Power Grid yang dapat memperkuat ketahanan energi di kawasan," ujarnya.

Lawrence mengatakan, kerja sama energi menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk perkembangan situasi di Timur Tengah yang mengingatkan pentingnya menjaga ketahanan dan diversifikasi sumber energi.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Singapura bernama Sembcorp Tengeh Floating Solar Farm. Foto: Dok. Sembcorp Tengah Floating Solar Farm

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar dan Singapura ingin menjadi mitra dalam mengembangkan potensi tersebut.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, kedua negara juga tengah membangun salah satu proyek tenaga surya terbesar di Indonesia yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek itu diharapkan dapat memasok listrik bersih untuk mendukung kawasan industri di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang sama, Prabowo menyebut kerja sama Indonesia dan Singapura bukan hanya perdagangan listrik, tapi juga di bidang ekosistem digital, keamanan siber hingga pangan.

"Kita juga kolaborasi di bidang pangan, rantai pasok, bidang keamanan pertahanan dan implementasi di bidang itu. Kemitraan kuat dibangun atas dasar kepercayaan bukan hanya pemerintah tapi rakyat kedua negara" jelasnya.

Berbagai MoU yang ditandatangani pada Leaders' Retreat mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, dengan energi menjadi salah satu prioritas utama.

instagram embed