Kumparan Logo

Prabowo: APBN Harus Jadi Alat Perjuangan dan Hadir untuk Rakyat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kiri) usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kiri) usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan negara. Menurutnya, APBN harus menjadi instrumen pemerintah untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Prabowo menyebut pengelolaan APBN merupakan bagian dari tugas negara dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk membentuk negara Indonesia, kini pemerintah memiliki tugas memastikan negara mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat.

“APBN adalah alat perjuangan kita. APBN adalah instrumen untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkuat bangsa,” kata Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan di Kompleks Parlemen RI, Jumat (14/8).

Ia menekankan kehadiran negara harus dirasakan dalam berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari petani yang membutuhkan sarana produksi dan teknologi, buruh yang membutuhkan perlindungan, hingga anak-anak yang membutuhkan makanan bergizi dan pendidikan yang layak.

Menurut Prabowo, pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti rumah, air bersih, listrik, pekerjaan, layanan kesehatan, serta perlindungan ketika menghadapi masa sulit dapat terpenuhi.

Karena itu, ia menilai kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan dengan berkibarnya bendera Merah Putih. Makna kemerdekaan, kata dia, harus dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto sebut digitalisasi pendaftaran bansos PKH dan Sembako di 153 kabupaten/kota permudah warga, Jumat (14/8/2026). Foto: Kemensos RI

“Kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat kita. Kemerdekaan harus terasa di ruang kelas anak-anak kita. Kemerdekaan harus terasa di puskesmas dan di rumah sakit dan di masa depan setiap keluarga Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menegaskan setiap rupiah yang dihimpun negara melalui APBN harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga menjadi sarana untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Di sisi lain, Prabowo mengakui kondisi ekonomi global pada 2026 masih penuh ketidakpastian. Harga energi dunia meningkat akibat perang, sementara suku bunga global berada di level tinggi dan masih berpotensi naik.

Tekanan juga datang dari nilai tukar berbagai negara serta ketegangan geopolitik yang mengganggu perdagangan dunia. Meski demikian, Prabowo menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat di tengah berbagai tekanan tersebut.

Ia mengatakan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencatat pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi juga masih terkendali, sementara permintaan domestik tetap kuat.

“Namun di tengah tekanan dan ketidakpastian global tersebut, kita bersyukur ekonomi yang kita tetap berdiri tenang. Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan kondisi tersebut menunjukkan APBN terus menjalankan perannya dalam menjaga perekonomian nasional. “Yang lebih penting, APBN kita bekerja optimal," tegasnya.

instagram embed