Prabowo Minta Danantara Dilibatkan dalam Keputusan KSSK

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan Danantara akan dilibatkan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
KSSK merupakan sebuah lembaga koordinasi beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Rosan, yang juga merupakan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, mengatakan hal tersebut diputuskan dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto hari ini, Senin (27/7).
Ratas tersebut juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI Destry Damayanti yang menggantikan Perry Warjiyo yang memutuskan mengundurkan diri.
“Nanti ini KSSK ini diminta juga untuk melibatkan Danantara dalam pengambilan setiap keputusannya, supaya mempunyai dampak juga langsung ke perekonomian dan usaha tidak hanya dari sisi fiskal dan moneter saja. Jadi lebih ke the whole ecosystem-nya,” jelas Rosan kepada awak media.
KSSK biasanya melaksanakan rapat koordinasi dan melaporkan kondisi stabilitas keuangan nasional setiap kuartalan. Nantinya, rapat tersebut akan dihadiri oleh pihak Danantara Indonesia.
“Iya, tadi arahannya sih begitu,” tegas Rosan.
Kendati demikian, Rosan menyebutkan Danantara tidak bisa memberikan saran terkait pemilihan Gubernur BI baru karena hak prerogatif presiden.
Ratas terkait KSSK hari ini dihadiri oleh Purbaya, Destry, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari. Destry memastikan BI di tengah proses transisi akan tetap menjalankan tugasnya menjaga stabilitas sistem keuangan meski terjadi pergantian kepemimpinan.
“BI tetap menjaga stabilitas keuangan. Kita melakukan terus sama apa yang kita lakukan sebelumnya,” ucap Destry kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7).
Sementara itu, Friderica mengatakan pertemuan dengan presiden ini hanya merupakan rapat koordinasi untuk membahas perkembangan situasi terkini.
