Kumparan Logo

Prabowo Minta Semua Barang Subsidi Disalurkan Lewat Koperasi, Obat Dijual Murah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan menjadikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai jalur utama penyaluran berbagai barang subsidi di tingkat desa. Langkah ini dilakukan agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran sekaligus mencegah praktik penyimpangan dan penyelundupan barang subsidi.

Menurut Prabowo, KDMP nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat yang mendapat subsidi pemerintah, mulai dari pupuk hingga LPG.

Prabowo menjelaskan gagasan pembentukan Koperasi Merah Putih berawal dari keinginannya memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan koperasi simpan pinjam di seluruh desa dan kelurahan yang jumlahnya mencapai sekitar 81 ribu.

"KDMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa, obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota," katanya di acara Hari Koperasi Nasional di Jakarta, Minggu (12/7).

Pekerja menata tabung gas 3kg di SPBE Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (6/3/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Prabowo mengatakan keberadaan koperasi tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani masyarakat desa. Setelah konsep koperasi dirancang, pemerintah kemudian melihat peluang untuk memperluas fungsinya sebagai saluran distribusi berbagai barang bersubsidi.

“Masalahnya adalah untuk memotong cengkeraman para lintah darat itu. Supaya membebaskan jutaan rakyat kita dari ketergantungan kepada itu. Dan akhirnya muncul lagi bahwa oh iya pupuk bersubsidi bisa di koperasi,” ungkapnya.

“Kemudian gas, tabung-tabung gas itu bisa di koperasi. Kemudian hampir semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui kooperasi supaya tidak diselewengkan. Karena banyak barang subsidi diselewengkan tidak sampai ke rakyat yang perlu, tapi diatur-atur sedemikian,” tambahnya.

Menurut Prabowo, penyimpangan barang subsidi selama ini menjadi persoalan serius. Bahkan, ia menyebut sebagian barang subsidi justru diselundupkan ke luar negeri sehingga tidak dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Presiden Prabowo Subianto meninjau Koperasi Desa Merah Putih, Kabupaten Nganjuk, (16/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

“Bahkan banyak yang diselundupkan ke luar negeri saudara-saudara rakyat. Itulah latar belakang Koperasi Merah Putih. Kemudian kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan pemerintah sengaja mempercepat pelaksanaan program Koperasi Merah Putih. Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi yang segera sehingga pemerintah tidak bisa hanya menempuh prosedur yang memakan waktu panjang.

Ia menilai penyusunan naskah akademik, pelaksanaan proyek percontohan, hingga uji coba bertahap akan membuat masyarakat terlalu lama menunggu manfaat program tersebut.

“Ada beberapa pilihan kita bisa dilaksanakan dengan cara-cara biasa. Tapi rakyat yang susah, tidak dalam keadaan biasa. Mereka memerlukan tindakan cepat, kita tidak bisa dengan cara-cara biasa saudara-saudara kalian,” tutur dia.

Prabowo mengatakan pemerintah memilih menjalankan program secara langsung dengan tetap memperhitungkan kemampuan pelaksanaannya.

“Saya memilih jalan yang berani, jalan yang tegas, jalan yang besar. Tapi terukur dan terjangkau oleh kita. Dan itu yang sudah kita laksanakan saudara-saudara kalian,” pungkasnya.

instagram embed