Kumparan Logo

Prabowo: Selisih Harga Sawit RI & Global Hampir 50%, Permainan yang Menusuk Hati

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya selisih harga ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia dengan harga yang berlaku di pasar internasional mencapai hampir 50 persen. Hal itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7).

Prabowo mencontohkan harga CPO Indonesia yang dalam kontrak ekspor tercatat sekitar Rp 14.000-Rp 15.000 per kilogram, sementara harga di pasar internasional, seperti di Rotterdam, Eropa dapat mencapai Rp 27.000 per kilogram.

"Kelapa sawit itu di kita, harganya Rp 15 ribu per kg ya, di harga internasional Rp 27 ribu. Kita Rp 14 ribu-Rp 15 ribu, siapa yang nikmati Rp 13 ribunya? Hampir 50 persen. Jadi permainan inilah yang menusuk hati kita," kata Prabowo dalam pidato Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7).

Sejumlah pekerja membongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari atas mobil sebelum dimasak di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Prabowo menambahkan, berdasarkan laporan CEO Danantara Rosan Roeslani, PT DSI yang baru beroperasi selama satu bulan dua minggu telah mengelola devisa sebesar USD 10,5 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp 188,265 triliun (kurs Rp 17.930 per dolar AS).

Menurutnya, sebelum PT DSI beroperasi, perbedaan antara harga jual komoditas Indonesia dan harga internasional mencapai minimal 30 persen hingga mendekati 40 persen. Namun setelah PT DSI mulai berjalan, perbedaan harga tersebut disebut semakin kecil.

“Dari angka yang masuk sebelum ada PT DSI gap perbedaan antara harga dijual indonesia dan dijual internasional beda minimal 30 persen mendekati 40 persen, begitu ada PT DSI hampir menyatu (grafiknya) karena kita tegas,” kata Prabowo.

Reporter: Nur Pangesti