Prabowo Ungkap Indonesia Tolak Tawaran Pinjaman IMF: Masih Bisa Tanpa Utang

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Menurutnya pemerintah saat ini berupaya mengurangi ketergantungan terhadap utang dari luar negeri dan hanya akan mengambil pinjaman dengan bunga yang rendah.
“Dan kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, Saudara-saudara. Kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin. Saya kira kemarin berapa bulan yang lalu kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin… ditawarin apa, pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,” kata Prabowo dalam Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Senin (31/8).
Prabowo menegaskan pemerintah akan mengedepankan strategi transformasi ekonomi yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
“Jadi Saudara-saudara, ke depan tadi pesan-pesan dari Rais Aam terpilih saya tangkap. Hari ini saya bisa langsung tangkap. Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
Dia juga telah menghitung secara cermat strategi tersebut dan optimistis dapat mengeluarkan jutaan masyarakat Indonesia dari kemiskinan.
“Dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya, saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan. Dan kita sudah buktikan dalam 2 tahun pertama kita,” kata dia.
Menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan nasional harus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat. Pemerintah juga menargetkan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak, termasuk akses terhadap penghasilan dan pembiayaan yang memadai.
Pemerintahannya ingin menghadirkan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat sehingga mereka tidak bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir atau tengkulak.
“Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat sehingga rakyat kalau perlu dia dapat, bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri, tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapa pun. Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat,” tuturnya.
