Kumparan Logo

RI Bisa Bikin Bensin dari CPO hingga Singkong, Prabowo Janji Petani Akan Makmur

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi bensin berbahan baku tanaman dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Menurutnya, pengembangan bioenergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pemerintah telah memulai langkah menuju kemandirian energi melalui peluncuran bahan bakar biodiesel B50 yang menggunakan campuran 50 persen minyak kelapa sawit. Program tersebut dinilai menjadi fondasi bagi pengembangan bahan bakar nabati lainnya.

“Baru beberapa hari yang lalu, kita launching B50, solar 50 persen dari kelapa sawit. Petani kelapa sawit ada di Indonesia. Minyak kelapa sawit di Indonesia,” kata Prabowo dalam Hari Koperasi, Minggu (12/7).

Papan penanda B50 di sebuah SPBU setelah mandat pencampuran 50% biodiesel baru resmi berlaku di Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, Kamis (9/7/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Ia mengungkapkan, mulai bulan ini Indonesia juga tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Di saat yang sama, pemerintah bersama kalangan akademisi tengah mengembangkan bensin berbahan baku kelapa sawit serta etanol yang berasal dari komoditas pertanian seperti singkong, jagung, dan sorgum.

“Mulai bulan ini, kita tidak import lagi solar dari luar negeri. Dan profesor-profesor kita sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit. Ethanol dari singkong, dari jagung, dari sorgum, seluruh darat,” ungkapnya.

Menurut Prabowo, pengembangan bahan bakar berbasis tanaman tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, tetapi juga membuka pasar baru bagi hasil pertanian dalam negeri. Dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku bioenergi, permintaan terhadap komoditas pertanian diperkirakan ikut terdongkrak.

Ilustrasi petani Singkong. Foto: Shutterstock

Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan Indonesia sudah mampu memproduksi bensin dari tanaman secara mandiri. Jika target tersebut tercapai, petani berbagai komoditas akan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar karena hasil panennya terserap sebagai bahan baku energi.

“Jadi saya harap dalam 3-4 tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman. Berarti petani singkong akan hidup makmur. Petani jagung akan hidup makmur,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, pengembangan bioenergi diharapkan dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional. Selain memperkuat kemandirian energi, kebijakan tersebut juga diyakini mampu meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah.

“Petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan untuk keluarganya sendiri,” tegasnya.

instagram embed