Kumparan Logo

Selamatkan Proyek Mangkrak LRT City, Danantara Pastikan Rp 456 M Cair September

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Danantara Indonesia memastikan suntikan dana sebesar Rp 456 miliar untuk menyelamatkan proyek LRT City akan dicairkan pada September 2026. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

LRT City merupakan proyek hunian vertikal berbasis transit oriented development (TOD) yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

“Akan segera dibereskan dalam bulan ini (September) sudah, sudah akan kita masukkan ke Adhi Karya untuk supaya bisa berjalan ya proses untuk rumah masyarakat,” kata Dony kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senin (31/8).

Dony menjelaskan, Danantara menyiapkan dua opsi untuk menyalurkan dana kepada ADHI. Pertama melalui injeksi modal atau equity injection. Kedua, melalui pinjaman pemegang saham atau shareholder loan.

“Apakah bentuknya nanti apakah equity, otomatis pemegang saham lain terdilusi, atau kita bentuknya shareholder loan. Ya ini sedang kita lihat ya,” ujarnya.

Proyek LRT City yang mengalami kendala pembangunan berada di Tebet, Ciracas, dan Cibubur. Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan penyerahan unit kepada pembeli.

Berdasarkan keterangan ADHI kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ADCP saat ini menghadapi persoalan likuiditas.

Model bisnis ADCP yang mengembangkan kawasan TOD mengharuskan perusahaan menyediakan lahan di sekitar stasiun transportasi umum, seperti Commuter Line, LRT, dan BRT, sekaligus membangun infrastruktur pendukung. Pengembangan hunian dilakukan secara bertahap mengikuti rencana kawasan.

Namun, ADCP juga menghadapi tekanan penjualan akibat kondisi permintaan properti yang belum sepenuhnya pulih.

Dony sebelumnya menyebut terdapat sekitar 2.000 unit yang belum diserahkan kepada pembeli. Mekanisme penyelesaian untuk para pembeli masih dibahas dan ditargetkan rampung dalam pekan ini sebelum pencairan dana dilakukan.

Eastern Gern LRT City Bekasi. Foto: Dok. Adhi Commuter Property

“Nah ini mereka sedang paparan, baru paparan pertama sama saya. Jadi kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada apa namanya, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya. Ya ini nanti kita akan kita ketemu akan dengan Adhi Karya lebih detail lagi minggu ini,” kata Dony.

Dony menambahkan, keputusan mengenai suntikan dana kepada ADHI harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini karena ADHI berstatus sebagai perusahaan terbuka.

“Kalau Adhi Karya ini kita akan segera panggil, tapi akan segera. Jadi disampaikan kepada teman-teman saya sedang menyiapkan rencana kerja mereka karena mereka kan itu Tbk ya. Jadi setiap pemasukan harus ada keputusan RUPS mereka,” tegasnya.