Kumparan Logo

Serapan Bulog Capai 87,4 Persen pada Awal Agustus 2026, Stok Beras 5,4 Juta Ton

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengunjungi Gudang Stok Beras Perum Bulog di Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengunjungi Gudang Stok Beras Perum Bulog di Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Perum Bulog mencatatkan realisasi serapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 87,4 persen hingga awal Agustus 2026, atau setara 3,5 juta ton, sehingga total stok beras Bulog mencapai 5,4 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhan mengatakan perusahaan akan melanjutkan ambisi swasembada pangan pada tahun ini, meskipun ada tantangan El Nino godzilla dan penyusutan lahan pertanian.

"Serapan kami sudah laporkan kepada Pak Mentan, ke Pak Menko bahkan Bapak Presiden bahwa Bulog capaiannya sekarang sudah 87,4 persen, yaitu setara dengan 3,5 juta ton. Dengan 3,5 juta ton itu mengakumulasikan sekarang stok Bulog hampir mencapai 5,4 juta ton," ungkapnya saat ditemui di Kantor Pusat Bulog, Senin (3/8).

Rizal menuturkan, stok beras tersebut belum termasuk stok di Hotel Restoran Kafe (Horeka) dan sebagainya yang mencapai sekitar 10 juta ton, standing crop sebesar 10 juta ton, sehingga total cadangan beras nasional mencapai 25-26 juta ton.

Pekerja mengangkut karung beras di Gudang Bulog DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Angka tersebut, kata dia, jauh di atas kebutuhan beras nasional, sehingga dia optimistis pasokan pangan masyarakat tetap terpenuhi sepanjang tahun ini, di tengah potensi musim kemarau ekstrem yang berkepanjangan.

"Kebutuhan beras nasional itu adalah 22 juta ton. Jadi kalau

dengan ada estimasi rencana mau ada El Nino dan lain sebagainya kami yakin pangan tetap terjaga, stok terjaga dan terpenuhi untuk masyarakat bahkan nanti di bulan Maret pun kami masih bisa ada stok," tegas Rizal.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa luas panen akan menyusut hingga 3 bulan ke depan. Rizal menilai hal tersebut sudah diantisipasi dengan program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PMAS) Kementerian Pertanian.

"Capaiannya per hektare akan meningkat dua kali lipat, yang biasanya hanya 5-6 ton dengan program PMAS yang akan ditanam 1 hektare ini itu capaiannya antara 10 sampai 12,8 juta ton. Maka kalau menurut kami ini akan mengembalikan jumlah kuantum panen yang luar biasa," ungkap Rizal.

Selain itu, Rizal juga meminta para petani tidak khawatir jika serapan Bulog sudah mencapai 4 juta ton, yang diperkirakan akan tercapai pda September 2026 mendatang, perusahaan tetap akan melanjutkan proses penyerapan.

"Saya yakinkan kepada masyarakat, khususnya para petani tidak perlu bimbang dan ragu setelah nanti 4 juta ton terserap di akhir September kami akan tetap lanjutkan serapan di bulan Oktober, November, dan Desember dan seterusnya," kata Rizal.