Tiru China, MTI Usul Ada Kapal Feri yang Bisa Angkut Kereta Jawa ke Sumatra

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) merespons rencana Presiden Prabowo terkait Trans Sumatra Railway. Ketua Umum MTI, Haris Muhammadun, menyarankan pemerintah tak hanya menghidupkan Trans Sumatra Railway tapi juga mengkoneksikannya dengan Jawa melalui kapal feri.
Menurut dia kereta yang menyebrang laut sudah dilakukan di China. Dia yakin usulan itu bisa diimplementasi karena saat ini sudah ada jalur kereta api di bagian seltan Sumatera khususnya dari Palembang hingga Bakauheni.
“Maka saya bayangannya adalah feri yang mengangkut kereta api. Feri yang mengangkut kereta api. Di Shandong, di China ada, jadi kapal itu ada 1, 2, 3, 4, 5 jalur kereta api. Jadi kereta apinya nyebrang, tapi nyebrangnya tempat naik kapal,” kata Haris di sela-sela acara Seminar MTI di Jakarta pada Selasa (4/8).
Jika ada kapal feri yang angkut kereta api, menurut dia, masalah logistik Jawa-Sumatra bisa dipecahkan. Hal itu juga bisa menyelesaikan persoalan truk ODOL yang selama ini menjadi masalah.
“Nah, harapan saya kan logistik, distribusi logistik Jawa-Sumatra, ketika kereta api ini bisa diandalkan, apalagi bisa di-create ton kilometer kereta api itu minimal sama, atau bahkan bisa lebih kecil daripada ton kilometer truk, ODOL selesai,” ujarnya.
Di samping itu, ia juga memberi saran agar penyambungan jalur kereta dari ujung selatan sampai ujung utara Sumatra tak lagi mengalami kendala lahan. Hal itu bisa diatasi dengan membangun rel di samping Tol Trans Sumatra.
“Kemudian perencanaan Tol Trans Sumatra, itu dulu sebelah kiri dan kanannya, itu dulu dikonsepkan untuk kereta api. Saya ingin ingatkan kembali, Pak Presiden ngomong begitu yuk efisien, enggak usah membebaskan (lahan) lagi, pakai aja pinggir tol. Cuma lagi-lagi kan masalahnya ego sektoral ini harus kita selesaikan,” kata Haris.
Dalam acara yang sama, kumparan juga menghampiri Direktur Jenderal Intramoda Kemenhub, Risal Wasal. Menurutnya, kehadiran Trans Sumatra Railway nantinya juga bakal melahirkan simpul-simpul transportasi baru di Sumatra.
Iya, terintegrasi dengan baik. Aman, nyaman, aman posisinya. Iya lah (bisa lahir simpul-simpul transportasi baru di Sumatra) dengan segala model-modelnya lah,” kata Risal.
Sebelumnya, Prabowo berharap KAI terus berkembang menjadi perusahaan transportasi yang mampu menjangkau wilayah Indonesia yang luas. Prabowo kemudian secara khusus meminta KAI dan Kementerian Perhubungan menyiapkan proyek jalur kereta lintas Sumatra.
"Habis ini Trans-Sumatra Railway dari Bandar Lampung, mana titik yang paling selatan? Bakauheni sampai ke titik paling utara, Medan. Bisa KAI? Bisa Menteri Perhubungan? Kita kasih dia tugas harus kasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, setelah proyek tersebut berjalan, pembangunan jalur kereta lintas Kalimantan juga perlu segera dimulai.
"Habis Trans-Sumatra nanti Trans-Kalimantan kalau bisa bersamaan kita mulai. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara makmur. Kita buktikan," tegasnya.
Prabowo optimistis Indonesia mampu menghadapi masa depan dengan tetap berpegang pada sejarah sebagai fondasi pembangunan bangsa.
