Konten dari Pengguna

Mahabbah (Rasa Cinta)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari nurcholish tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Majelis Habsyi Subbulussalam : Melalui Shalawat, Kita Bangkitkan Rasa Cinta kepada Rasulullah SAW di Kalangan Generasi Muda

Penulis & Editor : Nurcholish

Berbicara mengenai rasa cinta (mahabbah) kita kepada khatamul anbiya wal mursalin, Nabi Muhammad SAW, seyogyanya kita menyimak kalamullah dalam QS. Al-Ahzab ayat 56, yang artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56)

Berdasarkan ayat tersebut, dapat disimpulkan bahwa kita diberi perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah sarana bagi kita untuk menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW disamping melaksanakan ajaran beliau tentang agama Islam. Layaknya kita mencintai seseorang, tentu kita akan memuji dan memuja segala hal yang berkaitan dengan orang yang kita cintai. Begitu juga dengan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, kita pun juga memuji dan memuja Nabi Muhammad SAW dan ini kita sampaikan melalui shalawat yang selalu kita lantunkan.

Bahkan, hampir setiap saat kita diperintahkan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini dapat kita telaah dalam beberapa ibadah yang kita lakukan, seperti shalat. Salah satu rukun dalam shalat adalah membaca tasyahud/tahiyyat akhir. Di dalam tahiyyat akhir ada kalimat sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW pada kalimat “Allahumma Shalli ala sayyidina Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad”. Selain itu, dalam hal berdoa kepada Allah SWT, kita dianjurkan juga untuk membaca shalawat terlebih dahulu sebelum dan sesudah menyampaikan keinginan kita kepada Allah SWT.

Pentingnya shalawat sebagai sarana membangun mahabbah (rasa cinta) kepada Nabi Muhammad SAW juga perlu ditekankan di kalangan generasi muda. Mengapa demikian? Karena melihat bagaimana dahsyatnya perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini. Di lingkungan masyarakat saat ini sudah banyak terlihat dampak dari perkembangan teknologi ini, hingga banyak sekali budaya luar yang masuk dan diterapkan di lingkungan masyarakat kita terlebih lagi generasi muda. Dimana generasi muda kita lebih sering memainkan gadgetnya ketimbang membuka dan membaca Al-Qur’an, lebih sering melantunkan lagu-lagu kekinian ketimbang melantunkan shalawat sebagai bentuk mahabbah kepada Rasulullah SAW, bahkan mungkin ada generasi muda kita saat ini yang lupa dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW karena asik dengan dunianya sendiri yang lebih condong bersifat hedonisme dan individu.

Melihat bagaimana mirisnya dan terkikisnya moral serta nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda kita, mungkin apa yang dilakukan oleh Majelis Habsyi Subulussalam yang ada di Kecamatan Enok bisa menjadi contoh dalam membangun moral, nilai keagamaan, dan mahabbah kita kepada Nabi Muhammad SAW. Dimana Majelis Habsyi Subulussalam melakukan wirid mingguan, yaitu melakukan pembacaan Maulid Habsyi Shimtudduror karangan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi setiap malam jumat. Selain itu, pembacaan Maulid Habsyi Shimtudduror ini juga dilakukan pada saat memperingati hari besar Islam, terlebih lagi yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW, seperti Maulid dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Maulid Habsyi Shimtudduror ini adalah sebuah kitab yang memiliki mengandung nilai-nilai pendidikan dalam Islam seperti tauhid, akhlak, syariat, muamalah, hingga nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Dan tentunya mengandung unsur-unsur mahabbah kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang menjadi nabi, rasul, panutan dan idola kita hingga akhir zaman.

Melalui wirid mingguan yang dilakukan, yaitu dengan membaca Maulid Habsyi Shimtudduror, generasi muda kita menjadi ingat dan dekat dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW serta menambah rasa mahabbah kepada Rasulullah SAW di kalangan generasi muda kita.

Mengenai generasi muda, Majelis Habsy Subulussalam bahkan menggandeng generasi muda di Kecamatan Enok, mulai dari tingkat SD, MTs, SMP, SMA, MA, Mahasiswa, hingga santri-santri Pondok Pesantren yang berdomisili di Kecamatan Enok.

Generasi muda yang ikut serta dalam wirid mingguan yang dilakukan oleh Majelis Habsyi Subulussalam tidak hanya ikut menyimak pembacaan Maulid Habsyi Shimtudduror, melainkan juga diikutsertakan dalam melantunkan syair-syair shalawat bahkan diikutsertakan dalam mengiringi syair shalawat yang dilantunkan, yakni dengan memainkan alat gendang hadroh, bass, darbuka, marawis, dan alat perkusi lainnya. Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda disamping adanya rasa mahabbah kepada Rasulullah SAW didalam diri mereka.

Dengan adanya generasi muda di Kecamatan Enok yang bergabung di Majelis Habsyi Subulussalam ini, diharapkan bisa menjadi generasi muda Islam yang kelak menjadi generasi yang bertakwa kepada Allah SWT dan tetap menjadikan Rasulullah SAW sebagai idola mereka hingga akhir zaman serta mampu membawa Kecamatan Enok menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Aamiin.

Shollu Alannabi Muhammad, Shallallahu ‘Alaih.

Wallahu’alam Bish-shawab.