Tren Hijab Kekinian, Apakah Sudah Sesuai dengan Syariat?

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Emelly Aldina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, menutup aurat adalah wajib bagi setiap wanita muslimah. Aurat wanita diketahui dari ujung kepala hingga ujung kaki, kecuali wajah dan telapak tangan. Menutup aurat dari atas sampai bawah bukan hanya berarti menutupinya, tapi juga apa yang ditutup tidak ketat dan membentuk lekuk tubuh.
Hijab dalam arti umum mengacu pada segala sesuatu yang digunakan untuk menutupi sesuatu yang harus disembunyikan atau dilindungi dari pandangan publik. Secara khusus, dalam konteks agama Islam, hijab mengacu pada jilbab atau pakaian yang dikenakan oleh wanita Muslim untuk menutupi aurat mereka. Hijab juga dapat mencakup penghalang atau halangan yang menghalangi sesuatu untuk terlihat.
Ditinjau dari sudut teologi Islam, berbusana muslimah sangat berperan penting dalam kehidupan sosial, dikarenakan ekspektasi kehidupan sosial kemasyarakatan telah mengetahui sisi positif dari berbusana muslimah tersebut yang senantiasa dilakukan dalam kesehariannya, namun sayangnya belum semua orang dapat mengetahui manfaat ataupun pentingnya berbusana muslimah (Murtopo, 2017) .
Awalnya hijab cenderung lebih sederhana dan fokus pada pemenuhan persyaratan syariat seperti menutup seluruh aurat dan menghindari pakaian yang terlalu ketat. namun seiring berjalannya waktu banyak hijab telah mengalami banyak perubahan untuk mencerminkan tren mode saat ini, motif dan aksesoris yang lebih beragam serta lebih kreatif. Saat ini banyak sekali pakaian-pakaian modis di kalangan wanita baik yang berhijab maupun yang tidak berhijab, termasuk pakaian muslimah seperti dress atau rok yang semakin banyak dimodelkan. Tidak jarang pula wanita berhijab yang memakai pakaian gamis atau setelan atas bawah, tetapi tidak menyadari bahwa pakaian yang menutupinya tidak sesuai dengan syariat Islam.
Wanita muslimah sebenarnya bisa mengikuti tren seperti itu, termasuk dalam hal memilih pakaian dan gaya hijab, asalkan memperhatikan syariat Islam yang diatur. Meski saat ini banyak sekali desain dan motif pakaian yang sedang tren, namun penting bagi muslimah pula untuk memilih pakaian yang sesuai dengan tuntunan agama. Perkembangan zaman telah menghasilkan berbagai macam pakaian untuk muslimah, diantaranya kaos, kemeja dan lain-lain. Namun terkadang, untuk tampil modis, sebagian muslimah mengenakan jilbab dengan cara yang tidak sesuai dengan pedoman agama. Misalnya, mengikatkan jilbab di leher sehingga memperlihatkan bagian dada yang seharusnya tertutup. Memakai pakaian seperti sweter atau hoodie dengan bawahan legging. Bahkan tidak jarang pula jilbab pashmina dipakai hanya dikaitkan ke bahu, dan tidak menggunakan jarum atau peniti untuk menutupi leher, bisa dibilang ‘yang penting pakai jilbab’.
Banyak juga fenomena di kalangan wanita muslimah di mana mereka menutup aurat tetapi tampil telanjang. Mengapa? karena mereka tidak memakai pakaian yang layak pakai, yaitu menutupi auratnya, tetapi memakai pakaian yang tipis dan memperlihatkan lekuk tubuh, sehingga disebut menutup aurat, tetapi telanjang (Institut Agama Islam Negeri Madura, 2018) .
Sebenarnya fenomena seperti ini bisa diikuti jika kita memiliki pemahaman yang baik tentang ajaran agama Islam. Ada banyak model baju gamis yang sebenarnya pas, namun masih ada yang memilih atasan atau baju panjang yang memperlihatkan bentuk tubuh, atau bahkan baju yang terlalu transparan. Hal ini sering terjadi meski dalam pemilihan model atau bahan kurang diperhatikan dengan apa yang digunakan, yang bisa membuat wanita muslimah terlihat tidak pantas di depan umum.
Hal ini terjadi tidak hanya di kalangan remaja tetapi juga di berbagai kelompok usia mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Dalam ajaran Islam, menutup aurat adalah kewajiban setiap wanita dan tidak tergantung pada usia orang tersebut. Sebagai muslimah, berapapun usia kita, kita harus menjaga aurat sesuai dengan ajaran agama dan syariat.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang hukum Islam, termasuk pakaian yang dianjurkan dan dilarang. Sebaiknya pilih gamis atau long dress yang longgar dan tidak terlalu menerawang. Selain itu, pemilihan bahan yang tepat juga penting agar pakaian tidak terlalu mencolok atau terbuka.
Pentingnya kesadaran akan menjaga pandangan publik wanita Muslimah. Dengan memahami dan mengikuti hukum Islam, kita dapat memilih pakaian yang memenuhi persyaratan agama dan meninggalkan kesan serta memberikan teladan yang baik di masyarakat.
Dapat diketahui, bahwa kebutuhan dalam menyesuaikan diri dengan tren hijab saat ini seringkali bermula dari motivasi diri untuk tampil modis dan percaya diri, sehingga para muslimah juga ingin mengekspresikan diri dalam gaya hijab dengan kepribadian dan tren yang terus menerus, namun dalam perkembangan tersebut, kita sebagai muslimah tetap menjaga keseimbangan antara tren yang sedang berlangsung dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariat etika dalam berpakaian.
DR. Muhammad Baltajiy mengemukakan etika berpakaian bagi perempuan, yang merupakan rumusan dari sejumlah analisisnya terhadap dalil-dalil syariat sebagai berikut, (1) Hendaknya pakaian perempuan tidak mencolok yang mengundang perhatian pihak laki-laki, sebab hal itu dapat mengundang fitnah. (2) Hendaknya pakaian tidak sempit sehingga menampakkan lekukan-lekukan tubuh yang menggiurkan laki-laki yang mempunyai penyakit dalam hati. (3) Hendaknya pakaian perempuan itu tebal sehingga tidak terbayang bagian tubuh yang ditutupinya. (4) Tidak mempergunakan wewangian yang mencolok yang dapat merangsang orang lain yang menciumnya. (5) Hendaknya tidak menyerupai pakaian nonmuslim yang cenderung demonstratif. (6) Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki (Muhammad al-Baltajiy dalam Ilyas, 2016 : 279).
Meskipun tren fashion dan pakaian modern terus berkembang, kita perlu memastikan bahwa pakaian yang kita pilih benar-benar menutupi aurat dan tidak menonjolkan bentuk tubuh kita. Prinsip berpakaian sebagai wanita muslimah juga harus sederhana, tidak mencolok dan tidak menyerupai pada pakaian non-muslim atau pakaian pria. Mengetahui dan memahami nilai-nilai agama membantu kita memilih pakaian yang sesuai dengan hukum syariat dan menjaga persepsi masyarakat terhadap wanita muslimah.
DAFTAR PUSTAKA
Ilyas, M. (2016). Memaknai Fashion dalam Hukum Islam. Al Daulah: Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 5(1), 133–143. https://doi.org/10.24252/ad.v5i1.1446
Institut Agama Islam Negeri Madura. (2018). MENUJU HIJRAH.... MENGAPA TIDAK...? Iainmadura.Ac.Id.
Murtopo, B. A. (2017). Etika Berpakaian Dalam Islam: Tinjauan Busana Wanita Sesuai Ketentuan Islam. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 1(2), 243–251. https://doi.org/10.52266/tadjid.v1i2.48
