Konten dari Pengguna

Tren Hijab Kekinian, Apakah Sudah Sesuai dengan Syariat?

Emelly Aldina

Emelly Aldina

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Emelly Aldina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : https://pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : https://pixabay.com

Dalam Islam, menutup aurat adalah wajib bagi setiap wanita muslimah. Aurat ‎wanita diketahui dari ujung kepala hingga ujung kaki, kecuali wajah dan telapak ‎tangan. Menutup aurat dari atas sampai bawah bukan hanya berarti ‎menutupinya, tapi juga apa yang ditutup tidak ketat dan membentuk lekuk ‎tubuh.‎

Hijab dalam arti umum mengacu pada segala sesuatu yang digunakan untuk ‎menutupi sesuatu yang harus disembunyikan atau dilindungi dari pandangan ‎publik. Secara khusus, dalam konteks agama Islam, hijab mengacu pada jilbab ‎atau pakaian yang dikenakan oleh wanita Muslim untuk menutupi aurat mereka. ‎Hijab juga dapat mencakup penghalang atau halangan yang menghalangi sesuatu ‎untuk terlihat.‎

Ditinjau dari sudut teologi Islam, berbusana muslimah sangat berperan penting ‎dalam kehidupan sosial, dikarenakan ekspektasi kehidupan sosial ‎kemasyarakatan telah mengetahui sisi positif dari berbusana muslimah tersebut ‎yang senantiasa dilakukan dalam kesehariannya, namun sayangnya belum semua ‎orang dapat mengetahui manfaat ataupun pentingnya berbusana muslimah ‎‎(Murtopo, 2017) .‎

Sumber : https://pixabay.com

Awalnya hijab cenderung lebih sederhana dan fokus pada pemenuhan ‎persyaratan syariat seperti menutup seluruh aurat dan menghindari pakaian yang ‎terlalu ketat. namun seiring berjalannya waktu banyak hijab telah mengalami ‎banyak perubahan untuk mencerminkan tren mode saat ini, motif dan aksesoris ‎yang lebih beragam serta lebih kreatif. Saat ini banyak sekali pakaian-pakaian ‎modis di kalangan wanita baik yang berhijab maupun yang tidak berhijab, ‎termasuk pakaian muslimah seperti dress atau rok yang semakin banyak ‎dimodelkan. Tidak jarang pula wanita berhijab yang memakai pakaian gamis atau ‎setelan atas bawah, tetapi tidak menyadari bahwa pakaian yang menutupinya ‎tidak sesuai dengan syariat Islam.‎

Wanita muslimah sebenarnya bisa mengikuti tren seperti itu, termasuk dalam hal ‎memilih pakaian dan gaya hijab, asalkan memperhatikan syariat Islam yang diatur. ‎Meski saat ini banyak sekali desain dan motif pakaian yang sedang tren, namun ‎penting bagi muslimah pula untuk memilih pakaian yang sesuai dengan tuntunan ‎agama. Perkembangan zaman telah menghasilkan berbagai macam pakaian untuk ‎muslimah, diantaranya kaos, kemeja dan lain-lain. Namun terkadang, untuk ‎tampil modis, sebagian muslimah mengenakan jilbab dengan cara yang tidak ‎sesuai dengan pedoman agama. Misalnya, mengikatkan jilbab di leher sehingga memperlihatkan bagian dada yang seharusnya tertutup. Memakai pakaian ‎seperti sweter atau hoodie dengan bawahan legging. Bahkan tidak jarang pula jilbab ‎pashmina dipakai hanya dikaitkan ke bahu, dan tidak menggunakan jarum atau peniti ‎untuk menutupi leher, bisa dibilang ‘yang penting pakai jilbab’.‎

Sumber : https://pixabay.com

Banyak juga fenomena di kalangan wanita muslimah di mana mereka menutup ‎aurat tetapi tampil telanjang. Mengapa? karena mereka tidak memakai pakaian ‎yang layak pakai, yaitu menutupi auratnya, tetapi memakai pakaian yang tipis dan ‎memperlihatkan lekuk tubuh, sehingga disebut menutup aurat, tetapi telanjang ‎‎(Institut Agama Islam Negeri Madura, 2018) . ‎

Sebenarnya fenomena seperti ini bisa diikuti jika kita memiliki pemahaman yang ‎baik tentang ajaran agama Islam. Ada banyak model baju gamis yang sebenarnya ‎pas, namun masih ada yang memilih atasan atau baju panjang yang ‎memperlihatkan bentuk tubuh, atau bahkan baju yang terlalu transparan. Hal ini ‎sering terjadi meski dalam pemilihan model atau bahan kurang diperhatikan ‎dengan apa yang digunakan, yang bisa membuat wanita muslimah terlihat tidak ‎pantas di depan umum. ‎

Hal ini terjadi tidak hanya di kalangan remaja tetapi juga di berbagai kelompok ‎usia mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Dalam ajaran Islam, menutup aurat ‎adalah kewajiban setiap wanita dan tidak tergantung pada usia orang tersebut. ‎Sebagai muslimah, berapapun usia kita, kita harus menjaga aurat sesuai dengan ‎ajaran agama dan syariat.‎

‎ Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang ‎hukum Islam, termasuk pakaian yang dianjurkan dan dilarang. Sebaiknya pilih ‎gamis atau long dress yang longgar dan tidak terlalu menerawang. Selain itu, ‎pemilihan bahan yang tepat juga penting agar pakaian tidak terlalu mencolok atau ‎terbuka.‎

‎ Pentingnya kesadaran akan menjaga pandangan publik wanita Muslimah. ‎Dengan memahami dan mengikuti hukum Islam, kita dapat memilih pakaian yang ‎memenuhi persyaratan agama dan meninggalkan kesan serta memberikan ‎teladan yang baik di masyarakat.‎

Dapat diketahui, bahwa kebutuhan dalam menyesuaikan diri dengan tren hijab ‎saat ini seringkali bermula dari motivasi diri untuk tampil modis dan percaya diri, ‎sehingga para muslimah juga ingin mengekspresikan diri dalam gaya hijab dengan ‎kepribadian dan tren yang terus menerus, namun dalam perkembangan ‎tersebut, kita sebagai muslimah tetap menjaga keseimbangan antara tren yang ‎sedang berlangsung dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariat etika dalam ‎berpakaian.‎

DR. Muhammad Baltajiy mengemukakan etika berpakaian bagi perempuan, yang ‎merupakan rumusan dari sejumlah analisisnya terhadap dalil-dalil syariat sebagai ‎berikut, (1) Hendaknya pakaian perempuan tidak mencolok yang mengundang ‎perhatian pihak laki-laki, sebab hal itu dapat mengundang fitnah. (2) Hendaknya ‎pakaian tidak sempit sehingga menampakkan lekukan-lekukan tubuh yang ‎menggiurkan laki-laki yang mempunyai penyakit dalam hati. (3) Hendaknya ‎pakaian perempuan itu tebal sehingga tidak terbayang bagian tubuh yang ‎ditutupinya. (4) Tidak mempergunakan wewangian yang mencolok yang ‎dapat merangsang orang lain yang menciumnya. (5) Hendaknya tidak ‎menyerupai pakaian nonmuslim yang cenderung demonstratif. (6) ‎Hendaknya tidak menyerupai pakaian laki-laki (Muhammad al-Baltajiy dalam Ilyas, ‎‎2016 : 279).‎

Meskipun tren fashion dan pakaian modern terus berkembang, kita perlu ‎memastikan bahwa pakaian yang kita pilih benar-benar menutupi aurat dan tidak ‎menonjolkan bentuk tubuh kita. Prinsip berpakaian sebagai wanita muslimah juga ‎harus sederhana, tidak mencolok dan tidak menyerupai pada pakaian non-‎muslim atau pakaian pria. Mengetahui dan memahami nilai-nilai agama ‎membantu kita memilih pakaian yang sesuai dengan hukum syariat dan menjaga ‎persepsi masyarakat terhadap wanita muslimah.‎

DAFTAR PUSTAKA

Ilyas, M. (2016). Memaknai Fashion dalam Hukum Islam. Al Daulah: Jurnal Hukum ‎Pidana Dan Ketatanegaraan, 5(1), 133–143. ‎https://doi.org/10.24252/ad.v5i1.1446‎

Institut Agama Islam Negeri Madura. (2018). MENUJU HIJRAH.... MENGAPA ‎TIDAK...? Iainmadura.Ac.Id.‎

Murtopo, B. A. (2017). Etika Berpakaian Dalam Islam: Tinjauan Busana Wanita ‎Sesuai Ketentuan Islam. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan ‎Kemanusiaan, 1(2), 243–251. https://doi.org/10.52266/tadjid.v1i2.48‎