Konten dari Pengguna

Edukasi Metode Pemindangan Upaya Peningkatan Produksi Pengolahan Ikan Pindang

eminoga maulana

eminoga maulana

Mahasiswa Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari eminoga maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan kuliah kerja nyata multidisiplin 1 oleh Billal Aslam Kharisma berjudul EDUKASI METODE PEMINDANGAN UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI PENGOLAHAN IKAN PINDANG di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan kuliah kerja nyata multidisiplin 1 oleh Billal Aslam Kharisma berjudul EDUKASI METODE PEMINDANGAN UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI PENGOLAHAN IKAN PINDANG di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

Kendal, Tambaksari merupakan salah satu desa dengan sebagian besar warganya terjun di diunia pengolahan ikan, salah satunya ikan pindang. Pengolahan ikan pindang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemindangan merupakan cara pengolahan dan pengawetan ikan secara tradisional yang dilakukan dengan merebus atau mengukusnya dalam lingkungan bergaram dan bertekanan normal. Tujuan utama dari pemindangan adalah menghambat aktivitas atau membunuh bakteri pembusuk dan aktivitas enzim, sehingga dapat memperpanjang masa simpan produk. Bahan utama dalam proses pemindangan sangat sederhana, hanya terdiri dari ikan segar, garam, dan air, sehingga sangat sesuai untuk diterapkan di tingkat UMKM maupun industri rumah tangga.

Kegiatan edukasi kepada para pelaku usaha oleh mahasiswa KKN multidisiplin 1, bertujuan untuk mengenalkan dua metode pemindangan, yakni metode pindang air garam (direbus) dan pindang garam (dikukus). Perbedaan dari dua metode pemindangan tersebut hanya terdapat pada proses pemasakannya, yaitu direbus dan dikukus. Pada metode pemindangan air garam, ikan dicuci hingga bersih, kemudian disusun dalam reyeng dan diikat agar bentuknya tetap utuh. Setelah itu, merebus air dengan larutan garam 25% hingga mendidih, dan reyeng berisi ikan dimasukkan ke dalam panci perebusan selama kurang lebih 30 menit. Setelah matang, ikan diangkat dan disiram air bersih agar sisa garam berlebih hilang, lalu ditiriskan. Sementara itu, pada metode pemindangan garam (dikukus), ikan juga dicuci terlebih dahulu lalu disusun dalam reyeng dan ditaburi garam 25% secara merata. Ikan dikukus di dalam dandang hingga air mendidih dan matang, ditandai dengan pangkal kepala ikan yang retak. Proses pemindangan dapat membuat ikan lebih gurih dan teksturnya lebih padat, serta mampu memperpanjang umur simpannya.

Dalam penerapan kedua metode ini, terdapat beberapa faktor penting yang harus diperhatikan agar kualitas produk tetap terjaga, yakni kesegaran bahan baku, konsentrasi garam, suhu dan waktu pemasakan. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, produk pindang yang dihasilkan akan lebih higienis, bercita rasa lebih baik, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Edukasi mengenai teknik ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha perikanan di Desa Tambaksari untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas peluang pasar, baik secara lokal maupun ke tingkat yang lebih luas .

Masyarakat Desa Tambaksari menyambut baik adanya edukasi ini dan mengungkapkan bahwa pengetahuan baru mengenai metode pemindangan membantu mereka lebih percaya diri dalam memproduksi pindang berkualitas. Selain itu, mereka merasa lebih siap untuk memasarkan produk ke luar desa dan berkeinginan untuk melanjutkan pembelajaran agar usaha pengolahan ikan mereka semakin berkembang.

Disusun oleh:

Billal Aslam Kharisma – Mahasiswa KKN-T UNDIP Tim 38, Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.