Konten dari Pengguna

Efisiensi Pakan Melalui Manajemen Pemberian Pakan pada Budidaya Ikan Lele

eminoga maulana

eminoga maulana

Mahasiswa Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari eminoga maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri berjudul PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI MANAJEMEN PEMBERIKAN PAKAN YANG BAIK PADA BUDIDAYA IKAN LELE DI  Kelompok Tani Ternak (KTT) “Kingdom-8” di RT 3/RW 8 Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri berjudul PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI MANAJEMEN PEMBERIKAN PAKAN YANG BAIK PADA BUDIDAYA IKAN LELE DI Kelompok Tani Ternak (KTT) “Kingdom-8” di RT 3/RW 8 Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang

Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang -Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri berjudul PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI MANAJEMEN PEMBERIKAN PAKAN YANG BAIK PADA BUDIDAYA IKAN LELE DI Kelompok Tani Ternak (KTT) “Kingdom-8” di RT 3/RW 8 Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang diketuai Dr.Ir. Diana Rachmawati, M.Si beranggotakan Dr. Diana Chilmawati, S.Pi, MS, Ristiawan Agung Nugroho, S.Pi, MSi, Prof.Dr.Ir.Sarjito, M.AppSc dan Dicky Harwanto, S.Pi, M.Sc.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri ini merupakan hilirisasi Iptek dari Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro kepada Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam pokdakan tersebut” ungkap Diana Rachmawati.

Pokdakan yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Ternak (KTT) “Kingdom-8” di RT 3/RW 8 Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang sebagai UMKM pembudidaya ikan lele.

Permasalahan yang ada di mitra saat ini adalah efisiensi pemanfaatan pakan dari pakan yang diberikan pada kegiatan budidaya belum maksimal sehingga biaya pakan tinggi sekitar 60% dari biaya total produksi, hal ini dikarenakan pokdakan belum melaksanakan manajemen pemberian pakan ikan yang baik dalam kegiatan budidaya ikan lele. Manajemen pemberian pakan yang baik terdiri dari 1). Jenis pakan yang akan diberikan tergantung dari stadia pertumbuhannya, berupa pakan alami dan pakan buatan, 2). Kandungan protein pakan disesuaikan dengan kebutuhan protein jenis ikan yang dibudidayakan (herbivora, omnivora dan karnivora), 3). Frekuensi pemberian pakan yang berhubungan dengan laju pengosongan lambung ikan dan sifat fisiologis ikan (diurnal atau nokturnal), 4). Metode pemberian pakan (ad satiation atau fix feeding rate), 5). Sifat pakan ikan terkait dengan pakan tenggelam atau terapung dipilih berdasarkan jenis ikan yang dibudidayakan, kebutuhan nutrisi, dan kondisi lingkungan budidaya. Pakan terapung cocok untuk ikan yang makan di permukaan, sementara pakan tenggelam lebih baik untuk ikan yang makan di dasar, atau di kolam dengan arus kuat, 6). Penyimpanan pakan dengan metode FIFO artinya First In First Out.

Dengan melakukan manajemen pemberian pakan yang baik dalam kegiatan budidaya ikan lele dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan ikan dan menekan biaya pakan.

Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat mandiri ini menunjukkan respon pokdakan sangat antusias menjalankan manajemen pemberian pakan yang baik dalam kegiatan budidaya ikan lele sehingga efisien pemanfaatan pakan meningkat dari 60% menjadi 75%, hal ini berarti semakin banyak nutrisi terutama protein yang dapat dicerna dan diserap untuk pertumbuhan ikan lele. Sehingga laju pertumbuhan spesifik (SGR) benih lele meningkat sekitar 5,3 %/hari dan menurunkan nilai rasio konversi pakan (FCR) menjadi 0,9 berdampak pada penurunan biaya pakan dari total biaya produksi yang awalnya 60 % menjadi 50 % serta menurunkan biaya total produksi awalnya total produksi awalnya Rp.10.000.000/siklus budidaya menjadi Rp.7.500.000/siklus budidaya