Revolusi Industri 4.0 dan Tindakan Kita Terhadap Era Ini

mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhammad Rasikh Azfa Riyyasy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita tentu saja tidak asing lagi dengan revolusi industri. Di mana revolusi industri 1.0 terjadi pada tahun 1784, revolusi industri 2.0 terjadi pada tahun 1870, revolusi industri 3.0 terjadi pada tahun 1970, dan pada saat ini kita mengalami revolusi industri 4.0. Namun, kita harus mengetahui apa itu revolusi industri 4.0, dampak dari revolusi industri 4.0 dan apa yang tindakan kita terhadap revolusi industri 4.0.
Revolusi Industri
Dari sumber yang saya baca menurut Kanselir Jerman Revolusi Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Dan seperti yang kita ketahui bahwa revolusi industri 4.0 menjadikan internet of things atau IoT sebagai tulang punggung dari semua pergerakan. Namun perlu teman-teman ketahui bahwa pilar dari revolusi industri bukan hanya IoT. Beberapa teknologi pendukung revolusi industri 4.0 adalah Big data, Artificial Intelligence atau AI, cyber security, dan masih banyak lagi.
Dari penjelasan sebelumnya dapat kita ketahui bahwa revolusi industri adalah penggerak pada saat ini. Namun sebuah pergerakan ini tentu saja dapat menimbulkan sebuah pengaruh atau dampak bagi sekitar kita. Apa saja dampak positif dan negatif yang diakibatkan oleh revolusi industri 4.0?
Dampak
Di sini saya akan menjelaskan dampak positif dan negatif dari revolusi industri 4.0 yang telah saya baca melalui gramedia.com
Dampak positif revolusi industri 4.0, pertama ialah kemudahan dalam mengakses informasi dikarenakan dapat menggunakan gadget maupun teknologi lainnya. Kedua, efektivitas dalam bidang produksi dengan mengganti tenaga manusia yang ada dan menggantinya dengan teknologi mesin. Selain mengurangi biaya produksi karena mengurangi penggunaan tenaga kerja, dengan menggunakan teknologi dapat meningkatkan hasil produksi. Ketiga, dapat meningkatkan pendapatan nasional karena dapat memproduksi barang dalam waktu yang relatif singkat dengan kualitas yang baik. Keempat, peningkatan peluang kerja bagi tenaga ahli, hal ini dikarenakan walaupun menggunakan mesin tetap saja membutuhkan tenaga ahli manusia untuk menggerakkannya.
Selanjutnya yaitu dampak negatif revolusi industri 4.0
Pertama, lebih rentan terhadap serangan siber, hal ini dikarenakan proses produksinya menggunakan mesin teknologi, oleh sebab sangat penting untuk memiliki sistem keamanan yang baik. Kedua, butuh biaya besar dalam investasi alat serta pekerja, hal ini dikarenakan harus mengeluarkan uang untuk membeli alat terlebih dahulu serta pelatihan keterampilan pegawai agar dapat menjalankannya, Ketiga, adanya urbanisasi, di mana meningkatnya jumlah populasi masyarakat yang ada di kota besar. Keempat, terdampak untuk lingkungan, hal ini dikarenakan dengan penggunaan mesin yang ada dapat menghasilkan polusi udara, limbah dalam jumlah besar, serta hal negatif lainnya yang dapat merusak lingkungan.
Tindakan
Menurut pendapat saya, setelah kita mengetahui tentang dampak positif dan negatif dari revolusi industri 4.0 kita harus menyikapi hal ini dengan baik. Namun jika kita bandingkan dampak negatif yang disebabkan oleh revolusi industri 4.0 dengan dampak positif yang kita dapatkan dari revolusi industri 4.0, dampak negatif dari revolusi industri 4.0 dapat kita pandang dengan sebelah mata dan tidak perlu kita waspadai jika kita dapat menutupi dampak negatif tersebut dengan menggunakan revolusi industri ini secara efisien. Dan hal ini tidak jauh dari cara kita menyikapi revolusi industri yang kita alami pada saat ini.
Cara kita menyikapi revolusi industri 4.0 secara efisien dapat kita mulai dari hal yang sederhana, seperti meningkatkan kemampuan atau sumber daya manusia (SDM) dikarenakan perusahaan dan lapangan kerja di era revolusi industri 4.0 tidak lagi memperhatikan gelar, namun memperhatikan kemampuan khusus apa yang kita miliki agar dapat berguna bagi perusahaan tersebut. Sikap selanjutnya yang harus kita miliki dalam era revolusi industri 4.0 ini adalah sikap kritis terhadap informasi yang kita terima dikarenakan banyaknya informasi yang dapat kita akses sehingga memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi palsu atau biasa kita sebut dengan (hoaks). Dan dengan sikap kritis terhadap informasi, kita dapat mencegah perpecahan dan pembodohan yang diakibatkan dari informasi yang salah dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya masih banyak sikap yang dapat terapkan di era revolusi industri 4.0 ini, namun dengan 2 sikap yang dijelaskan sebelumnya sudah dapat menjadi bekal kita dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Sebagai penutup dari artikel opini ini, marilah kita menjadi orang yang siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan cara menyikapinya dengan cerdas dan efisien sehingga kita dapat bertahan hidup dalam perubahan yang terjadi saat ini. “Bukanlah spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu bertahan hidup, tapi mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan.” - Charles Darwin
Muhammad Rasikh Azfa Riyyasy*
mahasiswa institut teknologi telkom purwokerto
