5 Fenomena Astronomi Langka di Era Milenium

Malam ini, di langit malam tengah terjadi fenomena langka yang hanya muncul selama 152 tahun sekali. Ya, fenomena tersebut adalah gerhana bulan total yang diikuti dengan supermoon dan blue moon sekaligus.
Mengapa terjadi tiga fenomena sekaligus? Pada malam ini, bulan disebut supermoon karena berada pada titik terdekatnya dengan bumi. Selain itu, malam ini juga merupakan purnama kedua yang membuat bulan menjadi blue moon. Namun, karena berbarengan dengan posisi bulan di lunar ketiga yang kita sebut gerhana bulan total, maka bulan yang kita lihat tidak akan berwarna biru. Alhasil, bulan akan terlihat berwarna merah darah karena pembiasan cahaya dan lebih besar 14 persen.
Selain fenomena tersebut, masih ada lagi beberapa fenomena astronomi langka yang jarang terjadi di era milenium ini. Berikut list-nya:
1. Komet Lovejoy

Komet ini pertama kali ditemukan oleh Lovejoy, seorang astronom Australia. Pada awal 2011, NASA menyebut bahwa komet lovejoy telah 'menabrak' matahari. Namun, sebenarnya komet seukuran dua kali lapangan bola ini tidak secara harfiah menabrak matahari, namun hanya mencapai titik terdekat dari matahari, sekitar 140 ribu kilometer.
Hebatnya, komet ini selamat selama melintasi atmosfer matahari yang panas. 'Tabrakan' komet dengan matahari bukan hal baru, tapi cukup langka. Dan umumnya, berakhir dengan hancur leburnya komet.
2. Transit Venus

Venus pernah melintas di depan matahari sekaligus di antara matahari dan bumi. Membuatnya seperti titik hitam di dalam matahari. Hal ini disebut dengan transit Venus.
Fenomena transit venus selalu terjadi berpasangan, dengan rentang berpola sekitar 8 tahun. Peristiwa yang terjadi di tahun 2004 dan 2012 ini memang terbilang langka. Pasangan transit venus serupa baru akan terjadi lagi sekitar 105 tahun lagi, yaitu pada tahun 2117 dan 2125.
3. Tetrad Bloodmoon
Rangkaian bloodmoon terjadi pada tahun 2014 hingga 2015. Sebanyak empat bloodmood yang terjadi ini disebut dengan tetrad bloodmoon.
Peristiwa ini terbilang cukup langka. Selama perhitungan kalender masehi, peristiwa ini baru terjadi tujuh kali. Peristiwa serupa diperkirakan hadir kembali pada tahun 2033.
4. Hujan Meteor Perseids dan Delta Aquarids

Peristiwa ini terjadi pada Juli-Agustus 2013 lalu. Hujan meteor ini terjadi akibat berpapasannya bumi dengan gugusan debu-debu sisa komet 109P/Swift-Tuttle. Debu yang terbakar karena memasuki atmosfer bumi ini pun menjadikannya hujan meteor.
Sementara hujan meteor Delta Aquarids merupakan hujan meteor yang berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungrazing. Hujan meteor perseids diperkirakan kembali ke bumi pada tahun 2136.
5. Supermoon dan Bluemoon

Seperti yang terjadi malam ini, Supermoon dan Bluemoon juga pernah terjadi sebelumnya. Walau ketika terjadi bersamaan, peristiwa ini cukup langka, namun masing-masing peristiwa serupa pernah beberapa kali terjadi sebelumnya.
Pada 7 November 2016, supermoon paling besar terjadi. Supermoon yang sebesar itu terakhir terjadi pada tahun 1948. Pada fenomena tersebut, bulan berada paling dekat dengan bumi, yaitu 221.524 mil.
Sementara bluemoon, seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, adalah purnama kedua dalam satu bulan. Bluemoon tidak benar-benar berwarna biru. Namun, di Inggris pada tahun 2010, bulan benar-benar terlihat berwarna biru. Penelitian menduga bahwa warna biru yang terlihat adalah efek cahaya bulan yang diakibatkan dari asap kebakaran hutan yang menuju atmosfer.
Bulan yang sebagian berwarna biru juga mungkin terjadi dalam peristiwa gerhana bulan total. Namun, sebagian besar bulan akan terlihat berwarna merah. Warna biru tersebut hanya terjadi ketika totalitas gerhana dan bisa disaksikan melalui teropong.
