Konten Media Partner

Floaters, 'Cacing Terbang' di Penglihatanmu

Encylovepedia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Floaters (Foto: en.wikipedia.org)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Floaters (Foto: en.wikipedia.org)

Pernahkah kamu melihat ‘cacing’ atau gumpalan transparan pada penglihatanmu? ‘Cacing’ transparan tersebut seolah bergerak lalu menghilang secara misterius ketika kamu mulai memusatkan perhatian kepada mereka.

Jangan khawatir. Satu, kamu tidak gila. Dua, tidak ada parasit atau cacing di bola matamu.

Apa yang kamu lihat itu disebut Floaters. Secara teknis dikenal sebagai Muscae Volitantes, yang dalam bahasa Latin diterjemahkan menjadi 'lalat terbang'--ya meskipun seperti yang lebih sering tampak, lebih terlihat seperti cacing terbang.

Floaters memang didefinisikan sebagai bintik-bintik panjang yang beterbangan dalam daerah pandangan kamu. Ilusi optik yang mengganggu ini tercipta di dalam bola mata kamu dalam keadaan yang sangat spesifik. Namun, Floaters sama sekali tidak berbahaya.

Singkatnya, Floaters terjadi karena adanya gumpalan jel kecil atau serbuk seluler dalam vitreous (cairan serupa jel) yang mengisi rongga mata. Mengapungnya vitreous dalam mata menyebabkan jatuhnya bayangan pada retina--lapisan dalam mata yang sensitif terhadap cahaya. Hal ini membuat Floaters seolah-olah berada di depan mata kita.

Karena matamu terus bergerak mengamati kemunculan Floaters, maka tidak heran jika fenomena ini terlihat seperti ‘cacing’ yang bergerak-gerak--mereka akan bergerak ke mana pun bola matamu bergerak. Jika kamu memusatkan pandangan, Floaters akan menjauhi garis pandang lurus kamu--menghilang begitu saja.

Ilustrasi Floaters pada Mata (Foto: Youtube/Newsy)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Floaters pada Mata (Foto: Youtube/Newsy)

Floaters bukan sesuatu yang asing, tapi ‘potongan-potongan’ tubuh kamu sendiri yang terlepas, seperti bagian kecil jaringan, sel darah merah, atau protein. Floaters juga merupakan akibat dari proses penuaan normal ketika cairan vitreous mengalami degenerasi.

Jika ingin ‘menangkap’ Floaters yang terlihat lebih jelas, kamu harus berada di luar saat matahari cerah atau melihat pada latar belakang putih. Intinya adalah di tempat yang terang, seperti langit atau screen komputer.

Namun, jika kamu belum pernah mengalami Floaters, tapi telah melihat kilasan cahaya kecil saat melihat ke langit, kamu telah mengalami ilusi optik serupa. Ilusi tersebut tersebut disebut blue field entoptic phenomenon atau fenomena Entoptik Biru.

Nah, berbeda dengan Floaters, fenomena Entoptik Biru terjadi ketika retina menangkap cahaya dengan frekuensi tinggi yang mampu membuatmu melihat cahaya kecil bergerak cepat. Hal itu sebenarnya adalah sel darah putih yang diikuti oleh sel darah merah.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat video pembentukan Floaters dan Entoptik Biru di bawah ini. Keduanya adalah fenomena yang berbeda, namun saling terhubung.

video youtube embed