Konten Media Partner

Mengapa Tergores Pinggiran Kertas Dapat Terasa Sangat Menyakitkan?

Encylovepedia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luka sayatan kertas (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Luka sayatan kertas (Foto: Wikimedia Commons)

Goresan luka dari secarik kertas tipis memang dapat terasa sangat menyakitkan. Sayatannya di kulit setajam mata pisau. Kira-kira, apa ya penyebabnya?

Ternyata, hal itu berkaitan dengan ujung saraf pada kulit; tubuh memiliki lebih banyak reseptor rasa sakit di ujung jari dibandingkan dengan bagian lain pada tubuh. Kasus yang sama terjadi ketika ujung jari menyentuh benda-benda panas.

Berdasarkan lansiran Science Alert, ahli dermatologi Hayley Goldbach dari University of California mengatakan, “Ujung jari adalah bagaimana kita menjelajah dunia, bagaimana kita melakukan tugas kecil yang rumit.” Hal itu disampaikan kepada Jason G. Goldman dari BBC.

Goldbach menambahkan bahwa merupakan hal yang masuk akal kalau kita memiliki banyak ujung saraf di ujung jari, sebagai sebuah mekanisme perlindungan tubuh.

Ujung saraf ini disebut juga dengan nociceptor, reseptor nyeri yang bertugas memberi sinyal ke otak akan adanya suhu tinggi, senyawa kimia berbahaya, dan tekanan yang dapat merusak kulit.

Namun faktor rasa sakit yang ditimbulkan dari goresan kertas juga terletak dari kertas itu sendiri. Bagian tepian kertas tidak semulus yang dilihat secara kasat mata---meskipun tidak luka, tetap bisa menimbulkan goresan-goresan kasar di permukaan kulit.

Pada akhirnya, luka yang ditimbulkan dari goresan kertas tidak terlalu dalam untuk mengaktifkan mekanisme pertahanan alami tubuh---seperti pembekuan darah dan pembentukan keropeng, sehingga ujung saraf yang rusak di jari dibiarkan terbuka.

Selain adanya nociceptor dan kondisi tepian kertas, ada faktor psikologis yang berperan menimbulkan rasa sakit luar biasa saat jari tergores kertas.

Berdasarkan keterangan di Scientific American, para ilmuwan berhipotesis adanya permainan pikiran. Sakit terasa semakin akut karena berasal dari sesuatu yang sangat kecil dan tampak tidak berbahaya.