Konten Media Partner

Spesies Baru Tardigrada Ditemukan di Tempat Parkir Mobil di Jepang

Encylovepedia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tardigrada (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Tardigrada (Foto: Flickr)

Tahukah kamu tentang Tardigrada? Kalau tidak, mungkin kamu harus tahu bahwa Tardigrada adalah makhluk terkuat di Bumi. Peristiwa serangan asteroid raksasa, supernova, hingga paparan sinar gamma pada bumi bukanlah masalah baginya.

Tardigrada juga adalah organisme teraneh yang diketahui sains. Mereka adalah makhluk tak terkendali yang bisa berubah menjadi kaca dan bertahan dalam ruang hampa udara yang dingin.

Ahli Biologi, Kazuhara Arakawan dari Universitas Keio--yang juga merupakan spesialis Tardigrada--cukup beruntung menemukan spesies baru Tardigrada. Dia sedang menyewa sebuah apartemen di kota Tsuruoka saat meraup sampel lumut dari tempat parkir gedung untuk dianalisis.

Tardigrada yang dijuluki “Beruang Air” biasanya memang tinggal di lumut atau serasah daun/pupuk. Dalam pemeriksaan di laboratorium, terdapat 10 metazoa (hewan bersel banyak) mikroskopis yang berada di dalam sampel. Kesepuluhnya pun diekstrasi dan dipindahkan dalam lima cawan terpisah, artinya terdapat lima pasang metazoa.

Salah satu pasangan tersebut berkembangbiak dalam cawan. Dengan analisis mikoskopis dan genomik terungkap mengenai spesies baru Tardigrada, yang kemudian diberi nama Macrobiotus shonaicus. Masih satu famili dengan Macrobiotus hufelandi.

Apa yang Beda?

Telur M. Shonacius (Foto: PLOS One/Daniel Stec)
zoom-in-whitePerbesar
Telur M. Shonacius (Foto: PLOS One/Daniel Stec)

Apa yang membedakan spesies baru ini dengan spesies-spesies sebelumnya? Telurnya.

Telur M. shonacius memiliki permukaan padat dan filamen fleksibel yang menonjol keluar. Hampir serupa dengan dua spesies sebelumnya, Macrobiotus paulinae dari Afrika dan Macrobiotus polypiformis dari Amerika Selatan.

M. shonaicus sebenarnya adalah spesies tardigrada ke-168 yang diidentifikasi di Jepang--di antara lebih dari 1.200 spesies secara keseluruhan yang dikenal dalam filum tardigrada. "Kami masih perlu menyelidiki lebih luas di sekitar Jepang dan Asia untuk memahami keragaman ‘kompleks’ ini dan bagaimana spesies ini beradaptasi dengan lingkungan setempat," kata Arakawa kepada ScienceAlert.

video youtube embed

Hal lain yang membedakan M. shonaicus adalah makanannya. Untuk ‘memelihara’ mereka dalam cawan, para peneliti memberi makan alga. Padahal, sebagian besar spesies Macrobiotidae merupakan karnivora, yang umumnya memakan rotifera (sejenis zooplankton atau kerang muda).

Dalam hal seks, Arakawa menjelaskan bahwa M. shonaicus adalah hemaprodit (memiliki dua jenis kelamin). Berbeda dengan Tardigrada lain yang dapat dikultur di laboratorium dan sebagian besar bersifat partenogenetik (betina bereproduksi sendiri tanpa populasi laki-laki).

"Jadi, ini adalah model ideal untuk mempelajari mesin reproduksi seksual dan perilaku tardigradea," tutur Arakawa.

Arakawa juga mengatakan bahwa apa yang benar-benar menarik perhatian kita tentang Tardigrada adalah kemampuan menakjubkan mereka untuk mengalahkan kesengsaraan lingkungan--bahkan mungkin kematian? Sampai pada tingkat fisiologis, para ilmuwan masih belum bisa sepenuhnya memahami bagaimana hewan kecil itu begitu kuat.

Baca juga: Makhluk Terkuat di Bumi yang Tak Akan Musnah hingga Kiamat

Tardigrada memang bisa kehilangan semua cairan tubuhnya saat lingkungan mengering. Dalam keadaan ini, Tardigrada tidak melakukan biokimia dan tidak memiliki metabolisme. "Namun mereka hidup kembali dengan cepat setelah rehidrasi. Hal ini menantang pemahaman saat ini tentang kehidupan dan kematian," pungkas Arakawa.

Temuan ini telah dilaporkan dalam jurnal PLOS One.