Konten dari Pengguna

Payudara Gatal dan Nyeri saat Menyusui? Kenali Penyebab Infeksi Jamur

Enis Fauziah

Enis Fauziah

Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Enis Fauziah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Pixabay

Menyusui adalah salah satu momen paling intim antara ibu dan bayi. Namun, apa jadinya jika tiba-tiba payudara terasa gatal, nyeri, dan tidak nyaman? Jangan anggap remeh, ini bisa jadi tanda infeksi jamur! Lalu, apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya agar Anda bisa kembali menyusui dengan tenang?

Jika Anda merasakan gatal atau nyeri di payudara, terutama saat atau setelah menyusui, ada kemungkinan besar Anda mengalami infeksi jamur. Candida albicans sebuah jamur yang biasanya ada di tubuh tanpa masalah bisa tiba-tiba tumbuh berlebihan dan menyerang area sensitif di sekitar puting dan payudara. Tapi, kenapa sekarang? Mengapa justru saat Anda sedang menyusui si kecil?

Mengapa Infeksi Jamur Bisa Mengintai Ibu Menyusui? Ketahui Beberapa Faktor Kunci yang Membuat Kulit Payudara Anda Rentan Terkena Infeksi Jamur Selama Masa Menyusui

1. Perubahan Sistem Kekebalan

Setelah melahirkan, tubuh Anda fokus pada pemulihan dan perawatan bayi, kadang-kadang membuat sistem kekebalan sedikit lemah, sehingga jamur lebih mudah berkembang.

2. Penggunaan Antibiotik

Pernah menggunakan antibiotik setelah melahirkan? Mungkin ini penyebabnya. Antibiotik bisa membunuh bakteri baik yang biasanya menjaga pertumbuhan jamur tetap terkendali.

3. Kondisi Lembap

Puting yang sering basah, baik karena ASI atau keringat, menciptakan lingkungan sempurna bagi jamur.

4. Luka pada Putting

Bahkan sedikit keretakan pada puting bisa menjadi pintu masuk bagi jamur. Bahkan sedikit keretakan pada puting bisa menjadi pintu masuk bagi jamur. Keretakan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan saat menyusui, tetapi juga menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk berkembang. Jamur seperti Candida albicans dapat dengan mudah memasuki luka kecil ini dan mulai tumbuh, menyebabkan infeksi yang dapat memperburuk gejala seperti gatal, nyeri, dan kemerahan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan puting, serta segera menangani setiap tanda keretakan atau luka untuk mencegah infeksi jamur yang lebih serius.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana membedakan antara ketidaknyamanan biasa dan infeksi jamur? Berikut beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk:

  • Gatal atau terbakar di sekitar puting atau areola

  • Nyeri tajam yang terasa di dalam payudara, baik saat menyusui maupun setelahnya

  • Kulit di sekitar puting tampak mengelupas atau berkilau

  • Kemerahan atau ruam yang tidak biasa

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, besar kemungkinan ada infeksi jamur yang perlu segera ditangani.

Mengatasi Infeksi Jamur pada Ibu Menyusui

Sekarang saatnya bertindak! Jangan biarkan infeksi jamur mengganggu momen menyusui Anda. Berikut cara-cara efektif untuk mengatasi masalah ini:

1. Gunakan Krim Antijamur

Oleskan krim antijamur yang direkomendasikan dokter langsung pada area yang terkena. Ini adalah langkah pertama untuk melawan infeksi.

2. Kebersihan yang Ketat

Setelah setiap sesi menyusui, cuci puting dengan air hangat dan keringkan dengan baik. Pastikan payudara tetap kering untuk mencegah pertumbuhan jamur.

3. Ganti Pakaian Dalam Secara Teratur

Bra yang bersih dan terbuat dari bahan yang bisa bernapas adalah pilihan terbaik. Hindari penggunaan bra yang lembap atau kotor.

4. Perawatan Bayi

Perhatikan juga mulut bayi. Jika ada tanda-tanda infeksi jamur di mulutnya (misalnya, bintik-bintik putih), segera konsultasikan ke dokter. Infeksi jamur, yang dikenal sebagai kandidiasis oral, bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi dan memerlukan pengobatan yang tepat.

Selain memeriksa mulut, pastikan untuk menjaga kebersihan alat makan dan botol susu bayi dengan baik. Cuci semua peralatan dengan sabun dan air panas setelah setiap penggunaan, dan pastikan untuk membilas dengan bersih. Sterilisasi botol susu dan dot secara berkala untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur.

5. Konsumsi Probiotik

Probiotik dapat membantu memulihkan keseimbangan mikroflora tubuh, yang penting dalam pencegahan infeksi jamur.

Kapan Harus Khawatir?

Jika setelah beberapa hari perawatan, gejala tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan yang tepat dan cepat akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan bisa kembali menyusui tanpa hambatan.

Infeksi jamur memang bisa menjadi gangguan, tapi dengan pengetahuan yang tepat dan tindakan cepat, Anda bisa mengatasinya dengan mudah. Jangan biarkan masalah ini merusak momen berharga Anda dengan bayi. Kenali gejalanya, tangani dengan benar, dan kembali nikmati momen menyusui yang indah.