MTQ KORPRI: Merawat Keberagaman dalam Bingkai Al-Qur'an

Ahmad Alfin Khusaini, S.Pd., M.Pd. seorang ASN Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 7 Mojokerto. berasal dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ahmad Alfin Khusaini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latar Belakang
Di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemajuan ekonomi dan teknologi digital. Negeri ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, berkeadaban sekaligus kedalaman spiritual. Sebab, pembangunan yang dilakukan tanpa nilai dapat menjadikan kehilangan arah, sementara keberagamaan tanpa semangat kebangsaan dapat kehilangan konteks dan isinya.
Indonesia merupakan negara dengan penuh keberagaman, tidak hanya sebatas pada teoritikalnya namun juga praktikalnya. Perbedaan di Indonesia tidak sekedar pada sosiologisnya namun juga geografisnya, sehingga kekayaan perbedaan iniun berpengaruh pada perbedaan fisik dan psikisnya. Dari Aceh sampai Papua memiliki warna kulit yang beragam, kepribadian yang berbeda hingga budaya dengan entitasnya sendiri. Inilah uniknya Indonesia.
Menjadi sebuah catatan penting dan perlu kerja keras adalah cara menjaga dan merawat keberagaman tersebut, karena tidak mudah menyatukan keberagaman. Namun buktinya Indonesia mampu melakukan itu selama berabad-abad, hingga saat ini keberagama tersebut tetap utuh dan terjaga. Ada berbagai macam cara dalam merawat keberagaman di negara yang penuh budaya, dalam ruang itulah hadir sebuah kegiatan yang digaungkan oleh KORPRI yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) KORPRI.
MTQ KORPRI: Merawat Keberagaman Dalam Bingkai Al-Qur'an
MTQ KORPRI merupakan sebuah ajang musabaqah dalam membaca, menghayati, meresapi nilai-nilai kehidupan dalam kitab Al-Qur’an, ajang ini dilaksanakan dalam skala kabupaten/kota, provinsi bahkan tingkat nasional. Dalam MTQ Korpri beberapa cabang lomba dilaksanakan mulai dari Tilawah Al-Qur'an, Tartil, Tahfidz, Adzan, Khutbah, Dakwah, Karya tulis, Kaligrafi hinggga cipta baca puisi. Terbaru ini MTQ KORPRI Tingkat nasional KE VIII dilaksanakan pada 23-30 Agustus 2026 di Kota Makasar dan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Event yang di gelar 2 tahun sekali ini, sebagai bukti bahwa Organisasi yang menaungi Para ASN ini, memiliki kompetensi dalam sisi religius dan nasionalis,
Perhelatan tersebut menjadi titik temu Anggota KORPRI seluruh Indonesia baik dari Tingkat daerah provinsi hingga Kementerian dan Lembaga negara. Dengan di ikuti 177 Kafilah dan 38 provinsi yang ada di Indonesia. Mereka melebur menjadi satu dalam bingkai semangat ke Al-Quranan, event ini tidak memandang warna kulit, jabatan, gelar maupun suku dan budayanya. Namun yang menjadi titik temu adalah semangat berdakwah dalam menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan nilai-nilai ASN yaitu BERAKHLAK yang akan diimplementasikan dalam bentuk pelayanan publik secara prima demi kemaslahatan bangsa.
MTQ KORPRI bukan sekadar arena musabaqah membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Al-Qur’an. Lebih dari itu anggota KORPRI seluruh Nusantara bisa menjadikan ajang ini sebagai jalan tengah dalam merawat keberagaman. Semua terintegrasi dalam konsep religius tetapi tidak eksklusif, nasionalis tetapi tidak kehilangan spiritualitas, modern tetapi tetap berakar pada nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa. Hal tersbeut sejalan dengan Firman Allah dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 13:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
Ayat tersebut memberikan pesan universal bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehendak Allah SWT. Perbedaan bukan alasan untuk saling merendahkan, tetapi menjadi jalan untuk ta'aruf, saling mengenal, memahami, dan membangun kehidupan bersama. Dalam konteks keIndonesiaan, pesan tersebut sangat relevan. Bangsa ini merupakan bangsa dengan berbagai keberagaman mulai dari agama, suku, bahasa, budaya, dan tradisi. Karena itu, keberagamaan yang ada harus mampu menjadi energi untuk merawat dan menyatukan persatuan bangsa, bukan malah menjadi sebuah alasan untuk mempertajam perbedaan dan menimbulkan perselisihan. Maka hadirnya MTQ KORPRI memiliki posisi strategis sebagai wadah dalam menyatukan perbedaan.
KORPRI atau Korps Pegawai Republik Indonesia adalah organisasi resmi di Indonesia yang mewadahi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta anak perusahaannya, KORPRI juga memiliki posisi penting dalam kehidupan pemerintahan dan pelayanan public masyarakat. Anggotanya merupakan bagian dari aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Setiap sikap, cara komunkasi dan pelayanan aparatur pada hakikatnya merupakan wajah negara dan pemerintah. Karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an yang dihidupkan melalui MTQ seharusnya tidak berhenti di atas panggung perlombaan. Namun juga perlu diimplementasikan menjadi sebuah sikap integritas dalam dunia kerja dan budaya pelayanan, seperti :
Semangat shiddiq melahirkan integritas.
Semangat amanah melahirkan tanggung jawab.
Semangat tabligh melahirkan komunikasi yang baik.
Semangat fathanah melahirkan profesionalisme.
Keempat nilai tersebut sangat relevan dengan kebutuhan aparatur sipil negara masa kini. Seorang aparatur yang dekat dengan Al-Qur’an idealnya bukan hanya fasih membaca ayat, tetapi juga mampu menghadirkan akhlak Al-Qur’an dalam pekerjaan sehari-hari. Kejujuran dalam menjalankan tugas, amanah dalam menggunakan kewenangan, santun dalam memberikan pelayanan, serta cerdas dalam mengambil keputusan adalah bentuk nyata dari penghayatan terhadap nilai-nilai wahyu ilahi.
Kesimpulan
Indonesia merupakan negara yag penuh dengan keberagaman, maka perlu suatu agenda besar dalam rangka mengikat dan merawat keberagaman dalam negeri ini. Maka organisasi KORPRI hadir dengan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI, sebagai bentuk semangat merawat keberagaman dengan bingkai Al-Qur’an yang akan dilukiskan dalam semangat pengabdian pelayanan publik yang prima. Selain sebagai bentuk menjaga hubungan baik dengan Allah, juga merawat hubungan baik dengan sesama manusia.
