Maggot: Solusi Cerdas dalam Pengelolaan Sampah Organik Ramah Lingkungan

Mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari M Iqtada Binnabi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2024

Pekalongan (27/07/2024) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro menyelenggarakan penyuluhan tentang pengelolaan sampah organik dengan maggot di Gedung Posyandu Desa Pucung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK desa Pucung yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat cara mengurangi sampah organik dengan maggot dan memanfaatkan hasil maggot untuk pakan ternak.
Permasalahan sampah di lingkungan yang berasal dari rumah tangga dan sampah produksi baik sampah organik maupun non organik masih menjadi permasalahan yang serius. Pengelolaan sampah yang masih kurang baik dan kesadaran masyarakat mengenai pemilahan sampah yang masih rendah mengakibatkan penumpukan sampah di TPS (Tempat Penampungan Sementara) khususnya sampah organik. Oleh karena itu, diperlukan upaya tindak lanjut terkait penguraian sampah tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut mahasiswa Universitas Diponegoro dari Program Studi Biologi M. Iqtada Binnabi berinisiatif menerapkan maggot sebagai pengurai sampah organik dalam waktu yang singkat.
Maggot adalah larva dari black soldier fly (BSF) yang memiliki kemampuan alami untuk mencerna dan menguraikan sampah organik. Maggot dapat mengurai sampah 1 sampai 3 kali bobot tubuhnya. Proses ini menghasilkan residu yang kaya akan nutrisi. Maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ayam, burung, dan ikan karena kadar proteinnya mencapai 40% sampai 50%. Selain itu, residu atau hasil dari penguraian dapat dijadikan pupuk organik yang baik untuk pertanian.
Mahasiswa KKN TIM II UNDIP melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK tentang cara pengelolaan sampah menggunakan maggot yang diawali dengan penjelasan menggunakan poster mengenai definisi maggot, manfaat, siklus hidup, dan cara mengelola sampah organik. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama. Pelaksanaan kegiatan ini disambut baik oleh ibu-ibu PKK dilihat dari keaktifan ketika sesi tanya jawab. Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan dijalankan untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di Desa Pucung. Selain itu, hasil maggot dapat dimanfaatkan untuk mencukupi nutrisi hewan ternak masyarakat.
