Pelatihan Mocaf: Langkah Nyata Menuju Generasi Sehat

Mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari M Iqtada Binnabi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2024

Pekalongan (27/07/2024) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro menyelenggarakan pelatihan pembuatan tepung mocaf (modified cassava flour) berbasis mikroba fermentasi untuk pencegahan kasus stunting di Gedung Posyandu Desa Pucung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Acara ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Pucung yang bertujuan untuk untuk memberdayakan masyarakat agar mampu memproduksi pangan bergizi yang terjangkau dan mudah didapatkan. Tepung Mocaf yang kaya akan serat, kalsium, dan fosfor dinilai efektif dalam mencegah kasus stunting karena gizinya yang mudah diserap tubuh.
Permasalahan gizi saat ini semakin beragam, salah satunya yaitu stunting. Stunting adalah salah satu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek apabila dibandingkan dengan teman-teman seusianya. Penyebab utama stunting diantaranya, asupan gizi dan nutrisi yang kurang mencukupi kebutuhan anak, pola asuh yang salah akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, buruknya sanitasi lingkungan tempat tinggal. Berdasarkan permasalahan tersebut mahasiswa Universitas Diponegoro dari Program Studi Biologi M. Iqtada Binnabi berinisiatif memanfaatkan tanaman lokal yang dapat menjadi salah satu solusi dalam mengupayakan pencegahan stunting serta dapat dijadikan makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Salah satu tanaman lokal yang mudah ditemukan dan banyak dijumpai di pasar adalah singkong. Singkong dapat diolah menjadi tepung mocaf yang kemudian menjadi olahan makanan.
Tepung mocaf (modified cassava flour) merupakan produk tepung dari singkong yang termodifikasi. Modifikasi singkong pada mocaf dilakukan dengan cara fermentasi oleh bakteri asam laktat. Fermentasi yang dilakukan mengubah karakteristik tepung sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan. Tepung mocaf ini bebas gluten sehingga lebih ramah untuk pencernaan, penderita celiac disease, dan autoimmune. Tepung ini mengandung kasium, fosfor, dan serat yang lebih tinggi. Selain itu, mengandung hormon fitoestrogen yang dapat mencegah monopause dini.
Pada acara pelatihan ini, mahasiswa mengajarkan cara pembuatan tepung mocaf yang diawali dengan pemilihan singkong segar dan dilakukan pengupasan. Singkong yang sudah dikupas, kemudian dicuci dan diiris tipis membentuk chip. Setelah itu, Chip mocaf direndam pada toples yang berisi air bersih dan starter Bimo-CF dengan perbandingan 1 kg singkong : 1 gr starter Bimo-CF selama 12 jam. Chip mocaf yang selesai direndam lalu tiriskan dan dijemur sampai kering. Chip mocaf yang kering dihaluskan menggunakan blender sampai halus. Tepung kemudian diayak hingga didapatkan tepung yang halus, putih, dan bersih.
Pelaksanaan kegiatan ini disambut baik oleh ibu-ibu PKK dilihat dari keaktifan ketika sesi tanya jawab. Program ini diharapkan dapat semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap gizi anak dan beralih ke konsumsi pangan lokal yang bergizi. Selain itu, dengan kegiatan pelatihan ini masyarakat dapat membuat tepung mocaf secara mandiri dan mengolah menjadi makanan untuk meningkatkan gizi ibu hamil dan anak-anak.
